Berita Sukoharjo Terbaru

Kekhawatiran Pedagang Sekitar Jembatan Mojo Terdampak Penutupan: Prediksi Jualan Sepi 8 Minggu

Penutupan Jembatan Mojo yang menghubungkan Sukoharjo dan Solo diprediksi bakal berdampak pada ekonomi pedagang sekitar.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Para penjual di sekitar Jembatan Mojo Minggu (25/9/2022). Mereka khawatir dagangan mereka sepi selama penutupan jembatan. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jembatan Mojo yang menghubungkan Solo dan Sukoharjo ditutup 26 September-30 November 2022 lantaran ada perbaikan.

Penutupan jalan ini memberikan dampak langsung ke pedagang di sepanjang jalan sekitar jembatan.

Salah satunya Erwan, penjual Nasi Bandeng.

"Kalau ditutup pasti jadi sepi. Berkurang bisa sampai 90 persen," tuturnya saat ditemui Minggu (25/9/2022).

Kebanyakan pelanggannya merupakan pengguna jalan dari arah Sukoharjo.

Setidaknya 8 minggu ia memprediksi warung makannya akan sepi.

Ia sendiri telah 12 tahun berdagang di lapaknya.

Baca juga: Jembatan Mojo Solo-Sukoharjo Ditutup Selama Dua Bulan Lamanya, Waspadai Sejumlah Persimpangan Ini

"Kalau sore nasi bandeng. Kalau pagi buat anak sekolah itu," terangnya.

Ia pun berharap perbaikan jembatan segera selesai.

"Harapannya bisa cepat selesai. Karena memang jembatan sudah tidak layak. Jembatan sudah keropos. Bahaya itu. Masyarakat bisa enjoy lagi lalu lalangnya," jelasnya.

Berbeda dengan Erwan, penjual Es Degan, Bejo Triyono justru mengeluhkan terganggunya akses yang memasok degan.

"Nyari kelapa yang susah. Kelapa dari Purworejo tidak bisa lewat kemari," jelasnya.

Sehari-hari ia mampu menjual 15 biji kelapa.

Per biji ia banderol dengan harga 12 ribu. Selama ini telah banyak pelanggan yang memesan es degan di warungnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved