JogjaROCKarta

Penutup JogjaROCKarta, Akselerasi Maksimum Seringai, Aroma Lawas God Bless dan Jamrud

Konser para penggemar musik cadas JogjaROCKarta dituntanskan dengan penampilan God Bless dan Jamrud. Para penonton tersihir oleh penampilan mereka.

TribunSolo.com/Putradi Pamungkas
Band legendaris God Bless kala tampil di festival musik rock Jogjarockarta di Tebing Breksi Yogyakarta, Minggu (25/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Putradi Pamungkas

TRIBUNSOLO.COM, SLEMAN - Unit rock asal Cimahi, Jamrud sukses menuntaskan dahaga para penggemar musik rock dalam festival JogjaROCKarta yang digelar di Tebing Breksi Yogyakarta, Minggu (25/9/2022) malam.

Didaulat sebagai penampil terakhir, band yang dikomandoi vokalis Krisyanto itu menghadirkan aroma nostalgia lewat deretan nomor lawas hits mereka.

Beberapa lagu yang tenar di era 90an akhir hingga pertengahan 2000an, tuntas mereka bawakan. 

Mulai dari Senandung Raja Singa, Asal British, Otak Kotor hingga Kau dan Ibumu.

Nuansa yang sama dihadirkan kumpulan rocker gaek Tanah Air, God Bless.

Ahmad Albar dan kawan-kawan membawakan kembali lagu-lagu yang menandai masa kejayaan mereka di masa lalu.

Lagu legendaris seperti Bla Bla Bla, Kehidupan, Bis Kota, Rumah Kita, hingga Semut Hitam disambut nyanyian massal para penonton yang hadir malam itu.

Baca juga: Kisah Pedagang Kaos di JogjaROCKarta: Backpackeran Keliling Indonesia, Pernah Raup Puluhan Juta 

Namun, ada yang kurang dari penampilan God Bless.

Tak lain lantaran ketiadaan Donny Fattah di sektor bass, yang absen malam itu lantaran sedang sakit.

"Mari kita doakan Donny Fattah agar segera berkondisi lebih baik," ajak Ahmad Albar kepada seluruh penonton.

Sebelum God Bless, unit rock oktan tinggi Jakarta, Seringai memanaskan penonton untuk berdansa liar di arena moshpit dan melakukan wall of death.

Meski terkendala kondisi vokalis Arian 13 yang kurang prima, namun Seringai tetap menggempur dengan lagu-lagu seperti Mengadili Persepsi, Dilarang di Bandung, Akselerasi Maksimum, Tragedi hingga Selamanya.

Penampilan Seringai terhitung cukup singkat lantaran kondisi Arian tersebut. 

Dirinya buru-buru minta maaf kepada Serigala Militia, fans Seringai, lantaran merasa kurang memberikan performa terbaik.

"Maaf kita kurang maksimal," ujar Arian yang di tengah-tengah kehilangan suaranya tersebut.

Sebelumnya, band-band cadas lainnya seperti Prison of Blues, The Melting Minds, Voice of Baceprot, hingga Death Vomit bergantian mengguncang panggung utama dengan sajian agresif mereka.

Sedari sore, ribuan orang mendekat ke panggung utama dan menumpahkan energinya sembari menikmati aksi cadas para penampil. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved