Berita Solo Terbaru

Gibran Tegaskan PKL TSTJ Tak Bisa Kembali Setelah Revitalisasi, Sebut Kebun Binatang Naik Level

Para PKL yang berjualan di TSTJ tidak memiliki harapan untuk kembali. Sebab, TSTJ akan dikelola seperti taman safari.

TribunSolo.com/Tara Wahyu Nor Vitriani
Suasana TSTJ yang tutup karena ada proyek renovasi. Namun, masih ada saja masyarakat yang datang mengunjungi karena tidak tahu informasi penutupan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak diperbolehkan kembali berjualan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) setelah direvitalisasi. 

Gibran menuturkan alasan kenapa PKL tidak bisa berjualan di TSTJ lagi. 

Hal tersebut, lantaran konsep di TSTJ akan di kelola sendiri mulai dari makanan hingga souvernir.

"Konsep di dalamnya akan kami kelola sendiri untuk makanan, souvernir, gift shop akan kita kelola sendiri karena kita mau naik kelas," kata Gibran, Selasa (27/9/2022). 

Selain itu, lanjut Gibran, di fase tahap ke-2 akan ada food court, namun bukan dari Pemerintah Kota Solo.

"Konsepnya taman safari, lion cafe, dikelola bareng BUMD kita dan taman safari," ujarnya. 

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku, bahwa taman safari mempunyai standar tersendiri untuk penjual disana.

"Ini Taman Safari punya standar sendiri, tidak bisa dimasuki PKL, enggak bisa lagi gelar tikar, enggak bisa lagi," jelasnya.

Baca juga: Jawaban Dirut TSTJ Soal Penggusuran PKL: Sesuai Instruksi Pemkot Solo, Pindah ke Beberapa Pasar

Namun, pihaknya akan membuka peluang lagi, apabila para PKL mempunyai standar yang sesuai dengan Taman Safari.

"Yang penting kita punya standar, ini sudah bukan standar kaki lima lagi. Karena kebun binatang naik kelas, Kalau sesuai standar Monggo silahkan," jelasnya.  

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah memberikan alternatif untuk penjual di beberapa pasar di Kota Solo. 

"Dari Dinas Perdagangan sudah memberikan alternatif. Sudah diberikan tempat di pasar-pasar oleh Dinas Perdagangan," pungkasnya. 

Sebelumnya, pada Jumat (23/9/2022) PKL di TSTJ melakukan pertemuan dengan Pengelola Taman Satwa Taru Jurug.

Pada pertemuan tersebut tidak ada kesepakatan yang diperoleh. 

Sesuai instruksi pemerintah, sebanyak 183 pedagang yang tergabung dalam paguyuban itu harus meninggalkan lokasi dagang karena akan digunakan untuk kepentingan peremajaan TSTJ.

Selanjutnya, pedagang akan direlokasi ke sejumlah pasar tradisional yang ditunjuk pemerintah. 

"Kami belum menerima kesepakatan, tapi pengelola TSTJ menyatakan bahwa sudah ada keputusan Wali Kota bahwa pedagang harus segera menyingkir dari TSTJ. Kami ngeyel itu bukan tanpa alasan, kami juga akan gandeng pengacara untuk langkah selanjutnya," kata Kepala Paguyuban Sarjuni. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved