Berita Internasional

Harga Bahan Pangan di Korea Selatan Melonjak Naik, Warganya Kini Kesulitan Konsumsi Kimchi

Banyak konsumen yang melontarkan lelucon dan menyebut acar kubis itu sebagai 'geumchi', yang menunjukkan bahwa 'harganya sama dengan emas'.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
splendidtable.org
Ilustrasi makanan khas Korea Selatan, Kimchi 

TRIBUNSOLO.COM - Akibat iklim panas yang ekstrem, hujan dan banjir yang menyapu sebagian besar tanaman kubis di Korea Selatan, kini warganya mengalami kelonjakan harga untuk mengkonsumsi kimchi.

Kimchi adalah acar khas Korea yang menjadi makanah wajib atau makanan pokok utama di negara tersebut.

Karena terjadi panen yang buruk, ini mengindikasikan bahwa hidangan 'acar Korea' itu jauh lebih mahal untuk dibuat dan semakin sulit dibeli.

Baca juga: Daftar Drama Korea yang Tayang September 2022, Ada Little Women hingga Love in Contract

Menurut data dari Korea Agro yang dikelola pemerintah, Fisheries & Food Trade Corp, harga kubis yang digunakan untuk jenis kimchi yang paling umum telah meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun lalu.

Kemudian harganya melonjak 41 persen hanya dalam sebulan terakhir menjadi sekitar 3.300 won atau sekitar 2,32 dolar Amerika Serikat (AS) per kilogram.

Harga lobak putih yang digunakan dalam jenis kimchi populer lainnya, telah melonjak lebih tinggi pada tahun lalu yakni sebesar 146 persen menjadi lebih dari 2.800 won.

Kenaikan ini terjadi pada saat warga Korsel sudah terjepit oleh inflasi yang tinggi secara historis menjelang musim pembuatan kimchi pada November mendatang, saat banyak keluarga biasanya memproduksi stok acar sayuran untuk dimakan selama bulan-bulan pada musim dingin.

Baca juga: 5 Rekomendasi Drama Korea Romance Comedy 2022 yang Bisa Ditonton di Netflix

"Setiap kali saya berbelanja, saya melihat harga sayuran naik," kata warga Seoul, Hong Seong-jin.

Dengan melonjaknya biaya dalam membuat makanan pokok ikonik ini di rumah, tentu akan semakin banyak konsumen yang memilih untuk membeli kimchi buatan pabrik.

Namun pengiriman produk ke supermarket telah turun sekitar setengah dari tingkat normal, dan persediaan telah 'benar-benar hilang' dari toko online.

Produsen besar kimchi, termasuk Daesang dan CheilJedang telah menaikkan harga mereka sebesar 10 hingga 11 persen, dan diperkirakan angka ini akan kembali mengalami kenaikan.

Baca juga: Pernah Dekati Ojak di Tukang Ojek Pengkolan, Echa Oemry Pemeran Maya Umumkan Nikah dengan Pria Korea

Banyak konsumen yang melontarkan lelucon dan menyebut acar kubis itu sebagai 'geumchi', yang menunjukkan bahwa 'harganya sama dengan emas'.

Restoran-restoran pum menanggapinya dengan lebih pelit dalam menggunakan kimchi, yang secara historis telah disertakan pada banyak makanan sebagai lauk gratis.

Seorang pemilik restoran ayam di Seoul mengatakan bahwa ia menagih 3.000 won saat pelanggan meminta porsi kecil kimchi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved