Serie A

Juventus Terpuruk, Dua Eks Pemain Bianconeri Ungkap Kekurangan Gaya Kepelatihan Allegri

Menurunnya peforma Juventus, disebut-sebut karena pengaruh sang pelatih, Massimiliano Allegri. Kekurangan Allegri diungkap eks pemain Juventus.

TribunSolo.com / AFP
Massimiliano Allegri memberi instruksi saat laga Liga Champions Juventus vs Chelsea FC di the Allianz Stadium, 29 September 2021. (Isabella Bonotto / Anadolu Agency/AFP). 

TRIBUNSOLO.COM – Peforma klub raksasa Serie A Italia, Juventus kini jauh dari harapan.

Juventus bermain dengan hasil buruk pada awal musim Serie A Italia musim 2022-2023.

Si Nyonya Tua bahkan belum memetik kemenangan dalam 6 laga terakhir di semua ajang kompetisi.

Dua laga awal di ajang Liga Champions, dilakoni Juventus dengan hasil yang sangat mengecewakan para penggemarnya, karena harus menelan kekalahan.

Baca juga: Nasib Griezmann, Atletico Madrid Tak Tertarik Mempermanenkan, Juventus & Man United Mengintip

Bahkan, Juventus memberikan kemenangan pertama pada AC Monza di Liga Italia 2022-2023 dengan skor tipis 0-1.

Tak heran, banyak pihak yang menyalahkan sang pelatih, yakni Massimiliano Allegri sebagai biang kerok anjloknya peforma Juventus.

Kritik pedas kini mulai mencuat, diantaranya dari dua eks pemain Juventus, yakni Dejan Kulusevski dan Matthijs de Ligt.

De Ligt mengatakan jika Allegri tidak terlalu memperhatikan intensitas dalam berlatih, seperti yang dikutip dari Football Italia.

Baca juga: Performa Juventus Angin-anginan, Kursi Allegri Digoyang, Conte Dikabarkan Masuk Calon Pengganti

Padahal menurutnya, kekuatakn fisik lebih dibutuhkan daripada hanya sekadar taktik.

"Kedua metode pelatihan itu sulit, tetapi di Italia, ini lebih tentang taktik dan sistem, lebih sedikit intensitas dan di atas semua itu lebih sedikit berlari," ucap De Ligt.

Tidak hanya itu, bek tengah asal Belanda itu juga sempat menyebut kalau Juventus tidak memiliki semangat untuk mengejar gelar Liga Champions.

"Saya sangat menikmati waktu saya di Juventus, tetapi saya merasa waktunya telah tiba untuk tantangan baru," kata De Ligt.

Baca juga: Kondisi Juventus Tak Kondusif, Allegri dan Pemain Tertekan, Pelatih Sampai Minta Bantuan Polisi

"Juve adalah tim yang hebat, tetapi datang ke sini adalah langkah lain bagi saya karena Bayern memiliki ambisi untuk memenangi Liga Champions. Saya tidak merasakan hal itu di Juve," ucap De Ligt melanjutkan.

Sementara itu, Dejan Kulusevski menyampaikan hal yang sedikit berbeda dibandingkan De Ligt.

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved