Berita Wonogiri Terbaru

Ratusan Warga Wonogiri Tercatat Anggota Parpol: Didominasi ASN, Termasuk Satu Kepala Dinas

KPU melakukan klarifikasi terkait nama masyarakat yang tercatat sebagai anggota parpol di Wonogiri. Hasilnya ditemukan ratusan orang didominasi ASN.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Rapat koordinasi tahapan verifikasi administrasi perbaikan dan penjelasan klarifikasi tanggapan masyarakat di Kantor KPU Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri menerima ratusan tanggapan masyarakat yang namanya tercatat sebagai anggota suatu partai politik (parpol).

Komisioner KPU Wonogiri Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Ausgustina Puspa Dewi, mengatakan setidaknya ada 161 NIK tercatut.

"Dari 161 itu, terdiri dari 122 ASN (Aparatur Sipil Negara) kemudian selebihnya dari masyarakat umum yang merasa dirinya bukan anggota parpol," kata dia, kepada TribunSolo.com, Selasa (27/9/2022).

Dia menerangkan, hal itu diketahui usai yang bersangkutan mengecek NIK-nya di sistem informasi parpol (Sipol) pada infopemilu.kpu.go.id.

Sebelumnya, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab agar para ASN mengecek apakah namanya terdaftar sebagai anggota parpol atau tidak.

Baca juga: 10 NIK Warga Klaten Dicatut Jadi Anggota Parpol, Ada yang Berprofesi sebagai PPPK hingga CPNS

"Tanggal 14 September kemarin kita lakukan klarifikasi termin pertama terhadap lima orang. Kemudian sisanya masuk termin kedua yang akan kita klarifikasi pada 28 September sampai 2 Oktober mendatang," jelasnya.

Komisioner Divisi Teknis Pelaksanaan, Wahyu Nurjanah menambahkan proses klarifikasi itu akan mendatangkan pihak parpol dan warga yang tercatat namanya.

"Kalau yang bersangkutan bukan anggota parpol akan dilakukan penghapusan yang dilakukan parpol di tingkat pusat," terang Wahyu.

Menurut dia, masyarakat yang merasa namanya tercatut itu akan datang ke klarifikasi sebab mereka juga butuh dinyatakan bukan anggota parpol.

Dia menambahkan, dari sejumlah ASN yang tercatat itu ada satu nama Kepala Dinas yang juga memberikan masukan.

Namun, pihaknya tidak bisa menyampaikan siapa sosok Kepala Dinas yang dicatut itu. Yang jelas, pihaknya telah melakukan klarifikasi terkait hal itu.

"Sudah kita klarifikasi juga bersama dengan parpol terkait," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved