Berita Solo Terbaru

Cerita Motor Listrik Teguh, Tak Dapat Izin Paspampres saat Mau Dipakai di Acara Kunjungan Presiden 

Wawali Solo Teguh Prakosa ternyata mau menggunakan sepeda motor listriknya saat kunjungan Jokowi. Namun, tidak diizinkan Paspampres.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa dengan motor listriknya, Volta 401. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Wali Kota Solo (Wawali) Teguh Prakosa bercerita mengenai alasan ia membeli motor listrik, Volta 401 yang beberapa hari terakhir mulai dipakai.

Dia mengatakan, memesan motor tersebut untuk digunakan saat Presiden Jokowi datang ke Solo pada 11 Maret 2022 lalu.

Namun, saat hendak menggunakan sepeda motor listrik tersebut, tidak mendapatkan izin dari Paspampres

"Saya inden pada waktu Pak Presiden acara 11 Maret. Pada praktiknya Paspampres tidak mengizinkan," tuturnya Rabu (28/9/2022).

Awalnya, pihaknya berencana mengendarai motor listrik pada acara tersebut.

Namun, karena perubahan rencana, motor listrik tidak jadi dipakai.

Baca juga: Wawali Solo Teguh Mulai Pakai Motor Listrik Volta 401 untuk Sehari-hari, Begini Potretnya

Alhasil, motor itu sempat menganggur beberapa bulan setelahnya.

Selain itu, Ia pun juga tidak begitu mengerti bagaimana menggunakan aplikasi untuk memantau kondisi baterai.

"Karena pakai aplikasi saya tidak perhatikan berapa kilometer baterainya," jelasnya.

Suatu ketika, ia mencoba motor tersebut.

Saat melewati Jalan Layang Manahan, tanda baterai menyala. Khawatir kehabisan baterai, ia kembali ke rumah dinas.

"Baru sampai bawah flyover manahan saya gas tanda baterai menyala. Saya tidak pulang kembali sampai rumah dinas," jelasnya.

Ia pun berusaha menghubungi pihak UNS (Universitas Negeri Sebelas Maret) untuk mengecek kondisi baterai.

"Paginya saya telpon UNS. Memang kalau menambah gas seperti itu. Itu indikasi normal karena saya tidak terbiasa saja," tuturnya.

Sehari-hari ia biasa menjemput anaknya memakai motor listrik tersebut.

"Saya dari rumah jemput anak saya. Jumat Sabtu saya tarik dari rumah dinas. Mobil saya parkir, bawa motor," tuturnya.

Motor listrik yang tidak menimbulkan suara mesin seperti motor dengan BBM memang memiliki sensasi yang berlainan.

"Cuma tidak bisa buat kampanye kalau dibleyer blandang," kelakarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved