Berita Solo Terbaru

Iriana Merendah Emoh di Depan saat Iring-iringan Berkebaya di Solo, Minta 35 Perempuan Mandiri Saja

Iriana Joko Widodo menginginkan 35 perempuan mandiri tampil paling depan di acara 'Berkebaya Bersama Ibu Negara'.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Suasana konferensi pers Berkebaya Bersama Ibu Negara Iriana Jokowi di The Sunan Hotel Rabu (28/9/2022). Dalam acara momen Hari Batik Nasional, istri Jokowi itu akan bersama dengan ribuan orang berkebaya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Iriana Joko Widodo menginginkan 35 perempuan mandiri tampil paling depan di acara 'Berkebaya Bersama Ibu Negara'.

Ketua Panitia Berkebaya Bersama Ibu Negara, GRAy (Gusti Raden Ayu) Febri Dipokusumo mengatakan, acara dengan Iriana Jokowi digelar pada 2 Oktober 2022 mendatang.

Acara itu digelar dalam momentum Hari Batik Nasional 2022.

"Ibu negara menghendaki cucuk lampah justru diawali perempuan mandiri 35 orang," jelasnya saat konferensi pers Rabu (28/9/2022).

Cucuk lampah merupakan acara inti dalam perhelatan ini.

Menurut Febri, setidaknya ada 2.500 peserta yang nanti akan ikut berjalan bersama Ibu Negara, Iriana Joko Widodo mengenakan pakaian kebaya.

Mereka akan berjalan mulai dari Rumah Dinas Walikota Loji Gandrung sampai Ndalem Wuryaningratan.

Baca juga: Ibu Negara Iriana Bakal Kembali Lagi ke Solo, Hadiri Hari Batik Nasional Bersama Seribuan Wanita

Baca juga: Aksi Menggemaskan Refano, Siswa TK di Sragen yang Berani Bernyanyi di Hadapan Iriana Joko Widodo  

Barisan paling depan merupakan 35 perempuan mandiri yang terdiri dari penjual jamu, pesinden, pemain siter, dan berbagai profesi dimana kesehariannya masih menggunakan kebaya.

"Kami sempat kesulitan mencari, namun ternyata masih ada," jelasnya.

Nantinya, di tengah acara akan dibuka donasi melalui QRIS.

Donasi akan disalurkan kepada 35 Perempuan Mandiri sebagai bentuk apresiasi telah melestarikan kebaya sebagai pakaian sehari-hari.

Setelah itu, baru Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama OASE KIM (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju).

Kemudian dilanjutkan oleh para peserta yang datang dari berbagai daerah.

Mereka akan diminta menari dengan dipandu oleh koreografer saat melewati iringan musik.

Dikatakan, dengan perhelatan ini, ia ingin menunjukkan bahwa kebaya tidak menghalangi para perempuan untuk berekspresi.

"Berkebaya tidak ribet dan menghalangi aktivitas, justru lebih anggun," terangnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved