Berita Seleb

Kriss Hatta Mengaku Pacari ABG 14 Tahun, KPAI Mengecam : Jangan Sampai Publik Anggap Wajar

Kriss Hatta mengatakan dia memiliki kekasih ABG yang berbeda usia 20 tahun dengannya. Pernyataannya itu viral di media sosial dan menuai kecaman.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Menda Clara Florencia/Grid.ID
Kriss Hatta saat ditemui Grid.ID di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (22/12/2019). 

TRIBUNSOLO.COM -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan tanggapan terkait pengakuan Kriss Hatta yang memacari gadis berusia 14 tahun.

Sebelumnya, Kriss Hatta mengatakan dia memiliki kekasih ABG yang berbeda usia 20 tahun dengannya.

Pernyataannya itu viral di media sosial dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

Baca juga: Cyndyana Lorens Adik Kriss Hatta Dilamar Kekasih, Deg-degan Menanti Hari Pernikahan

"14 (umur dia), (berani macari) karena dapet restu dari orang tuanya. Kita kalau deketin perempuan muda mau tua sama aja sih ya, itu deketin ibunya dulu yang paling penting,"  ujar pria 34 tahun itu, Minggu (25/9/2022) dikutip dari Tribunnews.

Kriss Hatta kemudian mengaku akan menikahi pacarnya yang tidak diungkapkan identitasnya itu dalam waktu dekat.

Menanggapi pernyataan Kriss Hatta itu, Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan sebagai figur publik, tindakan Kriss Hatta bisa ditiru oleh masyarakat Indonesia.

"Mengecam Kriss Hatta sebagai public figure yang telah memberikan contoh buruk pada masyarakat terutama para remaja," ujar Retno dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas TV, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Kriss Hatta Mendadak Diserbu ARMY, Unggahan Videonya Ini yang jadi Pemicu, Dianggap Ejek V BTS

Retno lantas menyebut, pernyataan Kriss Hatta berpotensi menjadi glorifikasi pernikahan usia anak di bawah umur. 

"Tidak diungkap nama pun, cepat atau lambat publik akan tahu. Hal ini akan berpotensi kuat terjadi glorifikasi. Kisah cinta orang dewasa yang sudah pantas menjadi ayahnya dengan anak di bawah umur. Jangan sampai hal ini dianggap wajar oleh publik," ungkapnya.

Kata Retno, figur publik seharusnya mendukung program pemerintah yang berjuang menurunkan angka perkawinan anak.

KPAI mengatakan, perkawinan anak di bawah umur berpotensi membuat anak kehilangan hak-haknya untuk tumbuh kembang secara optimal.

"Kalau saat ini, usia 14 tahun sudah di jenjang SMA berarti ada kemungkinan anak akan dinikahkan pada usia sangat muda, yang belum memenuhi usia minimun dalam UU Perkawinan, yaitu 19 tahun," kata Retno.

(*)

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved