Berita Wonogiri Terbaru

Puluhan Kasus DBD Tercatat Sejak Awal Tahun, Dinkes Wonogiri Minta Masyarakat Sadar & Terapkan PSN

Kasus DBD yang cukup banyak ditemukan di Wonogiri membuat Dinkes setempat mewanti-wanti warganya untuk lebih waspada dan menerapkan PSN 3M plus.

Tribunsolo.com/Erlangga Bima Sakti
Ilustrasi fogging di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota beberapa waktu lalu. Puluhan kasus DBD ditemukan di Wonogiri dari awal tahun hingga Agustus 2022. Dinkes Wonogiri pun mewanti-wanti masyarakat untuk menerapkan PSN 3M plus 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Puluhan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri sejak awal tahun hingga bulan Agustus. 

Berdasarkan data Dinkes Wonogiri, setidaknya ada 82 kasus DBD yang tercatat. Dari jumlah itu, 2 pasien meninggal dunia. 

Kepala Dinkes Wonogiri, Setyarini, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Satyawati Prawirohardjo mengatakan bahwa Indonesia adalah daerah endemis DB.

Dia menjelaskan, masyarakat sudah mengetahui cara mencegah DBD yakni Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), namun terkadang mereka kurang sadar terkait hal itu. 

Baca juga: Lima Bulan Terakhir, Puluhan Kasus DBD Ditemukan di Wonogiri: Dua Meninggal Dunia

Baca juga: Angka DBD di Sukoharjo Banyak Terjadi di Kawasan Padat Penduduk, Ini Penyebabnya

"Karena itu perlu ada kesadaran bersama terkait pencegahan DBD ini karena penyakit berbasis lingkungan," kata dia, kepada TribunSolo.com. 

Setiap ada kasus DBD, ditandai dengan surat Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS).

Surat itu kemudian diteruskan ke Puskesmas atau Dinkes. 

Menurutnya, KDRS digunakan untuk melakukan tindakan.

KDRS dikeluarkan untuk penyakit yang berpotensi wabah, jadi tidak hanya DBD saja.

"Itu dasar kami untuk melakukan tindakan. Di KDRS kan ada diagnosa dan lainnya. Dari situ kami verifikasi lagi apa benar DBD dengan menggunakan aplikasi," jelasnya. 

Apabila pasien benar menderita DBD, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan puskesmas wilayah pasien untuk memastikan apakah ada jentik atau vektor. 

Jika keduanya tidak ditemukan, kata dia, pasien kemungkinan tertular DBD bukan dari wilayah.

Baca juga: Disnaker Wonogiri: PT WJL Menyalahi Aturan, Musyawarah Dikedepankan dalam Penyelesaian Masalah Gaji

Baca juga: Ratusan Warga Wonogiri Tercatat Anggota Parpol: Didominasi ASN, Termasuk Satu Kepala Dinas

Bisa jadi tertular di tempat bekerja atau lokasi lain. 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved