Berita Klaten Terbaru

Terjadi Lagi, Nama Wakil Bupati Klaten Dicatut Oknum untuk Menipu! Modusnya Kirim Sumbangan

Bermoduskan kirim sumbangan dengan jumlah berlebih, oknum yang catut nama Wabup Klaten meminta kelebihan transfer dikembalikan.

Istimewa/Dok. Kominfo Klaten
Tangkapan layar akun yang mencatut nama Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya untuk melakukan tindak pidana penipuan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Masyarakat Kabupaten Klaten diimbau waspada terhadap modus penipuan mengatasnamakan Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya.

Pasalnya, baru-baru ini ada akun WhatsApp (WA) palsu yang mengatasnamakan Wakil Bupati Klaten beredar di masyarakat.

Nama dan foto profil Wabup yang digunakan akun tersebut menghubungi sejumlah lembaga sosial dan keagamaan di Klaten dengan modus memberikan bantuan, sumbangan, atau donasi.

"Dulu sudah pernah terjadi dan sudah disampaikan ke masyarakat bahwa beredar akun palsu Wabup," tegas Yoga Hardaya kepada TribunSolo.com Rabu (28/9/2022).

"Nomor yang beredar itu palsu, bukan akun WA saya. Kemarin juga ada dari yayasan di Jatinom dan dari SMAN Wedi konfirmasi," terangnya.

Baca juga: Ratusan KK di Desa Jambakan Terdampak Krisis Air Bersih, BPBD Klaten Bantu Turun ke Lapangan

Baca juga: Kesaksian Pemilik Paket yang Meledak Asal Klaten : Kaget, Padahal Barang Sudah Disita Polisi 2021

Dalam melakukan aksinya, akun yang menggunakan nomor 082141036735 tersebut menginformasikan kepada lembaga-lembaga seperti panti asuhan hingga pengurus masjid.

Bahwasanya Wabup menjanjikan memberi bantuan sejumlah uang.

Setelah berhasil menghubungi korban, pelaku meminta korban mengirim nomor rekening bank untuk ditransfer donasi dengan nominal tertentu.

Usai korban mengirim nomer rekening lembaga tersebut, pelaku mengirimkan bukti transfer fiktif dengan nominal yang melebihi jumlah uang donasi yang diinformasikan sebelumnya.

Atas kelebihan transfer tersebut, lantas pelaku meminta korban untuk mengembalikan kelebihan jumlah transfer ke nomor rekening yang diduga milik pelaku.

"Karena (sudah) ada (korban) yang terpancing, katanya sudah ditransfer Rp 13 juta terus diminta mengembalikan yang Rp 6 juta padahal tidak ada transfer uang Rp 13 juta," ungkap Yoga.

Dengan kejadian tersebut, Yoga meminta agar masyarakat berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap akun yang meminta sejumlah uang, terutama yang mencatut namanya.

Dirinya juga mengaku geram atas peristiwa yang berulang tersebut.

Baca juga: Ngerinya Komplotan Maling yang Diringkus di Klaten : Bobol Tembok dengan Tatah, Kuras Ratusan Juta

Baca juga: Warga Trasan Klaten yang Tiba-tiba Bacok Tetangga Ternyata Terkenal Temperamental, Sering Meresahkan

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved