Berita Sukoharjo Terbaru

Dua Pelajar SMP di Sukoharjo Dikeroyok Gerombolan Tak Dikenal, Dibacok dan Dipukul Tongkat 

Aksi pengeroyokan dua bocah SMP asal Trangsan, Gatak Sukoharjo terjadi di Kartasura. Kedua korban mengalami luka di tubuh.

(Tribunnews.com)
Ilustrasi Pengeroyokan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dua pelajar SMP asal Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo menjadi korban pengeroyokan di wilayah Ngemplak, Kartasura pada Minggu (25/9/2022) dini hari. 

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengatakan kedua korban itu masing-masing adalah AAS (14) dan TE (14), keduanya berstatus sebagai pelajar SMP. 

"Hari Sabtunya, korban keluar rumah untuk melihat herex di Ngangkruk Boyolali. Keduanya berangkat pukul 21.15 WIB menggunakan Honda Beat nopol AD 2260 OK," kata dia, kepada TribunSolo.com, Kamis (29/9/2022). 

Menurutnya, kedua korban tidak langsung berangkat ke Boyolali, melainkan nongkrong di depan SMPN 3 Kartasura hingga pukul 22.30 WIB. 

Selanjutnya, korban mengisi bahan bakar di SPBU Kertonatan dan menuju ke Alun-alun Pengging, Boyolali. 

Baru selanjutnya, sekitar pukul 00.30 (Minggu) kedua koeban bergeser ke pertigaan Ngangkruk untuk melihat balapan herex. 

"Setelahnya, korban meninggalkan Ngangkruk menuju flyover Purwosari. Sekitar pukul 02.10 WIB, kedua korban berniat untuk pulang," jelasnya. 

Petaka dimulai disini, sesampainya di makam congculi, korban bertemu dengan rombongan sepeda motor berjumlah 10 kendaraan. 

Saat itu, kedua korban dipepet motor KLX warna hijau putih sembari mengacungkan golok. Salah satu pelaku kemudian terjatuh sehingga korban dikejar.

Baca juga: Menetes Air Mata Ibu Korban Pengeroyokan Anggota Perguruan Silat saat Sidang di Solo, Maafkan Pelaku

Sesampainya di perempatan Jalan Brigjen Katamso, Ngemplak Kartasura, kata Kapolres, korban kemudian dipepet dan dihentikan. 

"Kemudian korban dikeroyok sekitar 6 orang, ada yang menggunakan golok serta tongkat kayu. Pengroyokan sekitar 5 menit," kata AKBP Wahyu. 

Aksi pengeroyokan itu berhenti saat ada warga yang melintas. Pelaku langsung pergi berpencar, ada yang ke arah ke timur, ada yang ke arah selatan. 

Akibat dari peristiwa itu, korban AAS mengalami sejumlah luka di sejumlah bagian tubuhnya. Lengan kanan, perut kiri dan paha kanan terkena sabetan senjata tajam. 

Sementara itu, korban atas nama T masih dalam perawatan di Rumah Sakit Indriati Sukoharjo

"Masih dalam penyelidikan anggota di lapangan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved