Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Ikut Lomba Film Pendek Tingkat Jateng DIY, Tim SMKN 6 Surakarta Pede Bersaing dengan Puluhan Sekolah

Tim film SMKN 6 Surakarta sepertinya tidak puas dengan memenangkan lomba di UNS. Kini mereka kembali mengikuti lomba tingkat Jateng.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Proses Produksi Film oleh tim SMKN 6 Surakarta. 

Laporan wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Bersaing dalam sebuah lomba merupakan hal yang biasa bagi peserta, bahkan tak jarang semakin intens perlombaan, peserta semakin termotivasi untuk memenangkan kompetisi.

Tim SMKN 6 Surakarta saat ini tengah berkompetisi di kancah Provinsi dalam lomba Film Pendek yang diadakan Dinas pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Jawa Tengah.

Judul film yang kini tengah digarap berjudul  Sinar Ketika Sirna.

Meskipun melakukan produksi dalam waktu singkat, namun tim SMKN 6 Surakarta tak merasakan adanya tekanan dalam mengikuti lomba.

“Kami lakukan produksi hanya 1 hari saja yaitu 21 September 2022 kemarin,” kata penulis naskah Tim SMKN 6 Surakarta, Aslama Rija Enindra, Kamis (29/9/2022) siang.

Usai produksi, tim melakukan editing film pada 28-29 September 2022.

Aslama mengaku dirinya tak merasakan beban yang berarti dalam mengikuti lomba.

“Kami ikut kompetisi ini ingin agar punya pengalaman, kalau menang dan kalah ya itu keputusan juri,” katanya.

“Yang pasti kami disini berusaha sebaik mungkin,” katanya.

Baca juga: Juara 1 Lomba Film Pendek, Tim Siswa SMKN 6 Surakarta Kini Siap Kembali Berkompetisi

Film berdurasi 5 menit tersebut menceritakan mengenai 3 anak yang kehilangan tempat bermain akibat pembangunan yang massif di wilayahnya.

Namun, tak hanya dari sisi negative, pembangunan tersebut juga rupanya mendapatkan sambutan positif dari masyarakat sekitar.

“Jadi dari 3 anak tersebut, kami ingin menunjukkan sudut pandang masing-masing,” katanya.

“Dari yang sudut pandang menolak, menerima hingga anak yang ikut-ikutan saja,” ujarnya.

Dalam setiap keputusan pembuatan bangunan, Aslama ingin menunjukkan bahwa ada juga sisi positifnya seperti terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

“Kita kan tidak bisa melihat dari sudut pandang yang negative saja, harus perspektif yang luas,” katanya.

Film bergenre drama ini disutradarai oleh siswa kelas XII PFPT SMKN 6 Surakarta, Ardiansyah Adi Saputra.

Film ini bukanlah film pertamanya, dirinya sudah pernah memenangi juara 1 Videography Class Competition 3.0. yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan Karya film pendek berjudul Tuai. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved