Berita Sukoharjo Terbaru

Warga Nguter Sukoharjo Ditangkap Polisi, Tipu Pegawai Toko Pakai Uang Palsu: Modus Transfer

Warga Nguter Sukoharjo menggunakan uang palsu untuk melakukan penipuan di sebuah toko di kawasan Nguter, Sukoharjo.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, menunjukkan uang palsu yang beredar di wilayah Sukoharjo, Kamis (29/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - JP (44) warga Kecamatan Nguter, Sukoharjo harus berurusan dengan pihak kepolisian karena kedapatan menggunakan uang palsu.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengatakan pelaku menggunakan uang palsu itu untuk bertransaksi di sebuah toko yang berada di wilayah Nguter, pada Senin (19/9/2022) pukul 08.40 WIB pagi.

"Pelaku datang untuk meminta bantuan pegawai toko mentransfer uang sejumlah Rp 1,4 juta dengan biaya ditambahkan Rp 5 ribu," kata dia, kepada TribunSolo.com, Kamis (29/9/2022).

AKBP Wahyu menerangkan, pelaku kemudian membayarkan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta sembari berkata ke pegawai toko bahwa uang tersebut baru dipotong dari bank.

Menurutnya, pegawai toko tersebut awalnya sudah curiga dan kemudian mengecek uang tersebut dengan sinar ultraviolet. Dimungkinkan uang tersebut sangatlah mirip sehingga pegawai toko menerima uang tersebut.

"Setelah mendapat kembalian, pelaku meninggalkan toko tersebut. Selanjutnya datang seorang sales datang untuk mengambil tagihan," jelas Kapolres.

Sales tersebut, kata dia, menerima uang tagihan sebesar Rp 2,2 juta. Uang yang digunakan untuk membayar tagihan diantaranya Rp 1,5 yang baru didapatkan dari pelaku JP, sementara sisanya menggunakan uang belanja toko.

Baca juga: Pedagang HIK Karanganyar Curiga Dapat Uang Rp 50 Ribuan Warna Beda & Tempelan, Lemas Tahu Uang Palsu

Kecurigaan kembali muncul saat sales itu menerima uang tagihan yang kemudian oleh pegawai toko dilihatkan menggunakan sinar ultraviolet dan akhirnya sales tersebut menerima.

"Uang itu dari admin sales tidak diterima karena tidak lolos saat diuji. Akhirnya dari pihak toko kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Nguter," jelasnya.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pelaku berhasil diamankan pada Kamis (22/9/2022) di wilayah Kecamatan Selogiri, Wonogiri.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku membeli uang palsu tersebut dengan cara COD (Cash on Delivery) dari pelaku lain.

"Pelaku ini membeli sebanyak 20 lembar uang seratus ribuan senilai Rp 2 juta (uang palsu) dengan harga Rp 1,5 juta. Sisa uang Rp 500 ribu yang palsu sudah digunakan untuk jajan di warung," terang dia.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 245 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 (Lima Belas) tahun.

"Penjual uang palsu masih kita kembangkan, pelaku ini membeli lewat WA kemudian bertemu di wilayah Mojolaban," kata dia.

Lebih jauh, Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan lebih teliti setiap melakukan transaksi dengan uang tunai agar tidak terjadi peristiwa serupa. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved