Berita Sragen Terbaru

Hati-hati, ASN di Sragen Bisa Kena Sanksi Jika Like & Share Postingan Peserta Pemilu di Medsos

ASN di Sragen diwanti-wanti untuk tetap netral selama proses pemilu 2024 berlangsung. Menyukai dan menyebar postingan peserta pemilu pun dilarang

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetya saat ditemui TribunSolo.com di Kantor Bawaslu Sragen, Jumat (30/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sragen mewanti-wanti Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitas menuju dan selama pelaksanaan pemilu serentak 2024 mendatang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sragen, Dwi Budhi Prasetya meminta ASN di Kabupaten Sragen untuk memeriksa apakah NIK-nya terdaftar dalam keanggotaan partai politik.

"Tahapan saat ini baru pendaftaran dan verifikasi partai politik peserta pemilu, bahwa ASN itu tidak boleh namanya masuk ke sistem Sipol," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Jumat (30/9/2022).

"Kemarin sudah berkoordinasi, supaya ASN dan anggota TNI/Polri untuk mengecek NIK masing-masing, apakah NIK-nya masuk ke dalam keanggotaan parpol," tambahnya.

Baca juga: Di Sragen, Botol Plastik Bisa Ditukar dengan Bibit Tanaman Cabai hingga Jati, Simak Syaratnya

Baca juga: 4 Kecamatan Kekurangan Pendaftar Perempuan, Pendaftaran Panwascam Sragen Diperpanjang : 2-8 Oktober

Ia juga meminta agar para ASN juga menjaga netralitas selama tahun politik ini, baik pemilihan presiden, pemilihan legislatif, maupun pemilihan kepala daerah.

Menurutnya ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan ASN untuk menjaga netralitasnya.

Kata Budhi, seorang ASN dilarang untuk mendeklarasikan diri sebagai bakal calon peserta pemilu, dan dilarang foto bersama dengan bakal calon peserta pemilu.

Kemudian, ASN juga dilarang menjadi pembicara pada pertemuan partai politik.

"Termasuk juga ASN dilarang mengunggah, memberikan like, mengomentari dan sejenisnya, atau menyebarluaskan gambar maupun visi misi bakal calon peserta pemilu melalui media online," terangnya.

"Dilarang untuk menghadiri deklarasi dengan atau tanpa menggunakan atribut partai politik," imbuhnya.

Para ASN juga dilarang untuk mendekati partai politik terkait dengan rencana pengusulan dirinya atau orang lain sebagai bakal calon peserta pemilu.

Kemudian, ASN juga dilarang untuk memasang spanduk, atau promosi ke calon peserta pemilu.

Baca juga: Lama Bertugas di Papua, Begini Momen Haru Para Prajurit TNI saat Pulang ke Sragen: Disambut Istri

Baca juga: Kebakaran di Purmukiman Padat di Sragen, Warga Sempat Geger, Beruntung Api Tak Melumat Rumah Lain

Proses pengawasan terkait adanya potensi pelanggaran tersebut akan dilakukan langsung oleh Bawaslu Sragen.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved