Sejarah Kota Solo

Oetomo Ramelan, Eks Wali Kota Solo yang Fotonya 'Dihilangkan' dari Balai Kota karena Dukung PKI

Semua wali kota Solo fotonya dipajang di Balai Kota Solo, kecuali Oetomo Ramelan, wali kota Solo yang menyatakan dukungan terhadap PKI.

TribunSolo.com/Tara Wahyu NV
Deretan foto semua wali kota Solo yang pernah menjabat dipajang di Ruang Tawangarum Balai Kota Solo, kecuali Oetomo Ramelan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kisah berkembangnya PKI sebagai partai terbesar di Indonesia juga tak bisa lepas dari kisahnya dari Kota Solo.

Wali Kota Solo di saat peristiwa G30S/PKI meletus, dijabat oleh  Oetomo Ramelan, mantan guru yang terang-terangan mendukung komunisme.

Baca juga: Inilah Rumah Persembunyian Tokoh PKI DN Aidit di Solo : Dulu Bentuknya Joglo, Kini Berlantai Dua

Oetomo Ramelan menjabat Wali Kota Solo 17 Februari 1958 – 23 Oktober 1965. 

Setelah berkarir sebagai guru, Oetomo mulai masuk politik dan bergabung dengan PKI

Setelah menyatakan mendukung gerakan kudeta G30S/PKI, Oetomo ditangkap dan dihukum mati, meski hingga kini, kuburannya tak jelas ada di mana. 

Meski jejak kelamnya terlibat PKI, Oetomo punya banyak peninggalan saat jadi Wali Kota Solo.

Oetomo mendirikan lokalisasi PSK di Silir.

Tujuan utamanya bukan untuk menghalalkan seks komersial.

Ketika itu PSK sangat liar, sehingga ia berinisiatif menertibkan, agar mudah memberi pengobatan penyakit menular.  

Selain itu, Oetomo juga mendirikan Universitas Kota Praja Surakarta (UPKS) yang disebut-sebut jadi cikal bakal UNS saat ini. 

Setelah ditumpasnya G30S/PKI, UPKS pun dibubarkan karena berbau sosialisme atau komunisme yang kemudian dilarang.

Nah, gegara jejak kelamnya terlibat PKI, 'dosa' Oetomo Ramelan di Kota Solo tak pernah dimaafkan.

Fotonya tak dipajang di antara foto-foto wali kota Solo yang sengaja dipasang di ruang Tawangarum, ruang yang sering digunakan untuk menggelar rapat-rapat besar di Balai Kota Solo.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved