KH Dian Nafi Meninggal Dunia

Wasiat KH Dian Nafi, Minta Dimakamkan di Kompleks Ponpes Al-Muayyad Windan : Di Barat Masjid

Sebelum meninggal dunia, KH Dian Nafi sudah berpesan agar dirinya dimakamkan di Kompleks Ponpes Al-Muayyad Windan, Sukoharjo. Tepatnya di barat masjid

Tribunsolo.com/Tara Wahyu Nor Vitriani
Suasana Ponpes Al-Muayyad Widan, Sukoharjo, Sabtu (1/10/2022). Jenazah KH Dian Nafi rencananya bakal disemayamkan dan dimakamkan di Kompleks Ponpes tersebut. Kursi sudah tersusun rapi bagi para pelayat yang hendak memberikan penghormatan terakhir kepada Ketua RMI PBNU tersebut 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Sukoharjo, KH Dian Nafi, sepertinya enggan terpisah jauh dari tempatnya mengabdi.

Terbukti, sebelum menghembuskan napas terakhir, KH Dian Nafi sudah memberikan wasiat untuk dimakamkan di Kompleks Ponpes Al-Muayyad Windan.

KH Dian Nafi sendiri meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB, di Jakarta, Sabtu (1/10/2022).

Kepala Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan, Sukoharjo, Ahmad Farih (32) mengatakan nantinya almarhum bakal dimakamkan di barat masjid atau di belakang aula dari ponpes.

Baca juga: Jenazah KH Dian Nafi Masih Berada di Jakarta, Bakal Dibawa Langsung ke Ponpes Al-Muayyad Windan

Baca juga: Sempat Dirawat di RSPAD, KH Dian Nafi Hembuskan Napas Terakhir di Apartemen Jakarta

"Ini (jenazah beliau) perjalanan dari Jakarta ke Pondok Pesantren. Rencana dimakamkan di barat masjid, belakang aula atau di bekas dapur," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/10/2022).

Ahmad mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa almarhum memilih lokasi tersebut sebagai makamnya.

Namun, sesuai dengan adat, Kiai Mangkuyudan juga dimakamkan di barat masjid.

"Nggak tahu, kalau pondok-pondok yang niru kayak seperti Mbah Umar Kiai Mangkuyudan itu di barat masjid," ujarnya.

Awalnya, lokasi makam bakal diposisikan di belakang, tapi ternyata membelakangi masjid itu sendiri.

"Awalnya dibelakang, namun membelakangi masjid. Jadi harus membongkar dapur," terangnya.

Sementara itu, Nur Shodik yang merupakan Ketua Ponpes Mahasiswa Al-Muayyad Windan menyebut almarhum memang telah menyampaikan wasiatnya soal makam.

Baca juga: KH Dian Nafi Disebut Miliki Riwayat Penyakit Diabetes, 5 Hari Sekali Harus Kontrol ke Rumah Sakit

"Karena memang pondok baru pak Kiai, beliau punya wasiat dimakamkan di pondok," jelas Nur Shodik.

"Dan didukung oleh warga serta sudah izin Kepala Desa Makamhaji," katanya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved