Berita Sragen Terbaru

Cerita Petani di Sragen, Beli BBM Pakai Jeriken, Tiba-tiba Diancam dan Diperas

Nasib apes dialami seorang kakek di Sragen, dia diperas dan diancam saat membeli BBM di SPBU. Pelaku ada tiga orang.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari/Istimewa
Kolase Foto: Suparno, seorang petani asal Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen (Foto Kiri). Aksi pemerasan dan pengancaman pada Suparno yang terekam CCTV SPBU (Kanan). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Suparno (58) tak berkutik ketika didatangi tiga orang laki-laki tak dikenal kala ia membeli Pertalite di SPBU Tunjungan, di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen

Kejadian tersebut dialaminya pada Jumat (30/9/2022) sekitar pukul 02.00 WIB.

Pria paruh baya tersebut kesehariannya merupakan seorang petani.

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com melalui rekaman CCTV, nampak petugas SPBU mengisikan pertalite ke mobil yang dibawa Suparno.

Selanjutnya, selang pengisian pertalite diarahkan ke dalam mobil untuk mengisi pertalite ke dalam jeriken.

Kemudian datang satu unit mobil dengan plat nomor diketahui berawalan H.

Dua orang kemudian keluar dari mobil tersebut dan mendekati mobil Suparno, sambil memotret dan mengambil video. 

Dua orang yang tak dikenal tersebut kemudian mengecek isi mobil Suparno, dan beberapa kali nampak berbincang  dengan Suparno dan petugas SPBU, yang kemudian ada seorang laki-laki lain yang ikut nimbrung. 

Suparno menceritakan saat itu, ia sedang membeli pertalite untuk tangki mobilnya terlebih dahulu. 

"Kejadiannya jam 14.00 WIB, saya beli BBM pertalite itu yang pertama cuma satu tangki, tapi yang dipermasalahkan saya beli 10 liter di dalam jeriken," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/10/2022). 

Ia mengaku memilih mengisi BBM pada malam hari lantaran pada siang harinya ia harus mengantar jemput sekolah cucunya, serta bertani sekaligus menghindari antrean. 

Suparno tidak mengenal orang tersebut, karena tiba-tiba datang dan menghampiri dirinya. 

Ketika membeli BBM dengan menggunakan jeriken, Suparno sudah membawa surat rekomendasi dari kelurahan dan kecamatan untuk dimanfaatkan untuk pertanian. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved