Berita Persis Solo

Dari Solo Untuk Malang, Aksi Solidaritas Suporter Persis untuk Tragedi Stadion Kanjuruhan

Sejumlah elemen suporter di Solo mengadakan aksi solidaritas menyalakan lilin di depan Patung Soekarno Stadion Manahan, Minggu (2/10/2022).

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
Para suporter menyerukan aksi solidaritas atas korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Minggu (2/10/2022)   

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah elemen suporter di Solo mengadakan aksi solidaritas menyalakan lilin di depan Patung Soekarno Stadion Manahan, Minggu (2/10/2022).

Aksi ini menyusul jatuhnya korban jiwa sebanyak 170 lebih saat laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Mereka terdiri dari fans Persis Solo dan klub lain.

Salah satu yang diserukan, sebagai bentuk solidaritas, untuk mengosongkan stadion sampai ada pembenahan regulasi di Liga Indonesia.

"Saya menginginkan seluruh suporter di Indonesia sebagai simbol protes bersama, kosongkan tribun seluruh stadion yang ada di Indonesia," tegas Topan Triharyoko (30), salah satu perwakilan dari elemen fans Persis Solo.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan Jadi Duka Sepakbola Dunia, Piala Dunia U20 di Solo Juga Bisa Terancam Batal

Baca juga: Sikap Suporter Persis Solo untuk Tragedi Stadion Kanjuruhan : Menarik Diri Dulu Sejenak

Setidaknya ada 3 hal yang ia garis bawahi dari peristiwa ini.

Pertama, polisi yang menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton sehingga membuat kepanikan.

"Menembakkan gas air mata ke arah penonton yang berisi puluhan ribu orang merupakan tindakan bodoh dan tidak dibenarkan dengan alasan apa pun," terangnya.

Kedua, panpel Arema FC yang mencetak tiket melebihi kapasitas stadion.

Ketiga, menolak permintaan perubahan jadwal.

"Lebih mementingkan tayang televisi juga merupakan tindakan biadab karena mengesampingkan keselamatan penonton yang hadir di stadion," jelasnya.

Ribuan orang memadati halaman depan Stadion Manahan. Mereka menyalakan lilin dan menyanyikan chants sebagai bentuk solidaritas. Mereka juga menaruh bunga dan memberikan tanda tangan di atas spanduk sebagai simbol duka mendalam atas hilangnya nyawa di tragedi ini.

Topan pun meminta seluruh regulasi di Liga Indonesia dirombak total. "Seluruhnya harus dirombak total. Selama ini kita tahu sendiri carut-marutnya liga 3, liga 2, dan liga 1," terangnya.

(*)


 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved