Liga 1

Wagub Jatim Sebut Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan Mencapai 174 Orang, Belasan Luka Berat

Emil Dardak mengatakan, saat ini korban yang mengalami luka berat mencapai 11 orang, sedangkan korban luka ringan sebanyak 198 orang.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
SURYA/PURWANTO
Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan sepak bola usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Sebanyak 127 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka dalam kerusuhan tersebut menyusul kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. (SURYA/PURWANTO) 

TRIBUNSOLO.COM - Jumlah korban meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya diperkirakan terus bertambah.

Terbar Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Jawa Timur pada pukul 10.30 WIB menyampaikan korban kerusuhan Arema FC vs Persebaya mencapai 174 orang.

Emil Dardak sebelumnya juga memperoleh data korban meninggal dunia dari BPBD Jatim pada pukul 09.30 WIB yaitu sejumlah 158 orang.

Baca juga: Ternyata Arema FC dan Polisi Sudah Minta Laga kontra Persebaya Digelar Sore, tapi Ditolak PT LIB

Namun, dalam waktu satu jam, jumlah korban meninggal dunia mengalami peningkatan sebanyak 16 orang.

“Dari BPBD Jawa Timur di mana per 10.30 WIB, angka (korban meninggal dunia) ini menjadi 174 (orang) meninggal dunia,” ujarnya dikutip dari Breaking News Kompas TV, Minggu (2/9/2022).

Emil mengatakan, saat ini korban yang mengalami luka berat mencapai 11 orang, sedangkan korban luka ringan sebanyak 198 orang.

Sedangkan, terkait penanganan terhadap korban luka, Emil mengatakan harus dilakukan yang terbaik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo mengatakan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 130 orang.

“Korban meninggal dunia 130 orang. Luka-luka total 191 orang. Yang jelas itu mereka berdesak-desakan, diinjak-injak,” tuturnya, dikutip dari Tribunnews.com.

Sedangkan dari data yang dilaporkan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Alfinta.pada pukul 05.00 WIB, jumlah korban tewas mencapai 127 orang.

Untuk korban luka-luka mencapai 180 orang.

Baca juga: Tragedi Horor Arema vs Persebaya, Menpora: Jangan Terjadi Lagi, Kita Sudah Bolehkan Ada Penonton

“Dalam peristiwa tersebut 127 orang meninggal dunia. Dua di antaranya anggota Polri. Yang meninggal di stadion ada 34 (korban) sisanya di rumah sakit saat upaya proses penolongan.”

“Selain itu, 180 orang masih dalam proses perawatan dilakukan upaya penyembuhan,” tuturnya.

Mengenai bagaimana para korban tewas, Nico menduga salah satu penyebabnya karena kehabisan oksigen akibat berdesakan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved