Berita Sukoharjo Terbaru

Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jateng Ikut Tangani Kasus Pengrusakan Benteng Kartasura 

Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jateng akan ikut menangani kasus pengrusakan Benteng Kartasura, Sukoharjo. Kini berkas sudah dilimpahkan.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Galih Martino Dwi Cahyo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kasus pengrusakan Benteng Kartasura bakal menghadirkan Jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. 

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Galih Martino Dwi Cahyo menjelaskan, pihaknya akan menghadirkan dua jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk kasus pengrusakan bekas benteng Keraton Kartasura.

Selain itu, ada pula tiga jaksa dari Kejaksaan Negeri Sukoharjo.

"Sudah ditunjuk dari Kejaksaan Tinggi ada dua. Dari sini ada tiga orang," jelasnya saat ditemui Senin (3/10/2022).

Tersangka berinisial MK mulai Senin (3/10/2022) ditahan di Rutan Polres Sukoharjo.

Ia ditahan selama 20 hari sambil menunggu persidangan dimulai.

Pihak kuasa hukum MK, Bambang Ary Wibowo sempat mengajukan tahanan luar.

Baca juga: Kejaksaan Tolak Permohonan Tahanan Luar Tersangka Pengrusakan Bekas Benteng Kartasura

Namun, pihak Kejaksaan Negeri Sukoharjo menolak pengajuan tersebut.

Menurut Galih, penahanan sudah sesuai prosedur.

"Kami sesuai prosedur. Itu ancamannya 1-15 tahun," terangnya.

Selain itu, penahanan dilakukan juga untuk mempermudah proses di pengadilan.

"Memudahkan proses di persidangan. Setelah ini persiapan administrasi untuk dilimpahkan ke pengadilan," jelasnya.

Tersangka dikenai pasal 105 juncto pasal 66, UU no. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Ia terancam hukuman 1-15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta - Rp 1 miliar. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved