Berita Boyolali Terbaru

Pegiat Cagar Budaya Pertanyakan Penggalian di Situs Gumuk Tlawong Sawit, Dinas: Ini Bukan Ekskavasi

Pegiat Cagar Budaya di Boyolali mempertanyakan penggalian di Situs Gumuk Tlawong, Kecamatan Sawit. Mereka menyatakan kegiatan itu tak ada koordinasi.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Ketua BHS, Kusworo Rahadyan mengintip hasil temuan dari ekskavasi di situs Gumuk Tlawong, Kecamatan Sawit, Senin (3/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Ekskavasi atau penggalian di Situs Gumuk Tlawong, Kecamatan Sawit, Boyolali yang dilakukan oleh Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Boyolali dipertanyakan Pegiat Cagar Budaya.

Mereka yang mempertanyakan adalah Boyolali Heritage Society (BHS).

Komunitas masyarakat yang peduli cagar budaya dan kebudayaan itu mempertanyakan keterlibatan pihak ketiga dalam kegiatan penelitian itu.

Penelitian situs Gumuk Candi Tlawong yang dilakukan Disdikbud Boyolali dengan menggandeng pihak swasta sebagai pelaksananya itu sudah dilakukan sejak Kamis (29/9/2022) kemarin, dengan agenda bedah bumi.

Kemudian Jumat mulai dilakukan pengupasan lapisan tanah.

Di situs itu nampak beberapa orang yang tengah memperbaiki terpal penutup petakan tanah yang telah diberi batas patok berwarna hitam putih.

Baca juga: Daftar 16 Bangunan Sekolah di Solo yang Termasuk Cagar Budaya: SMPN 3 - SMAN 1 Surakarta

Nampak gundukan tanah bekas galian yang ada di sekitaran lokasi.

Menurut ketua BHS, Kusworo Rahadyan, kegiatan ekskavasi itu belum ada koordinasi dengan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

“Koordinasi (Disdikbud) dengan BPCB dilakukan setelah BPCB mendapat laporan dari komunitas. Justru BPCB tahunya (ada penelitian situs Gumuk Candi Tlawong) malah karena laporan komunitas,” katanya.

Apalagi, situs tersebut sebenarnya sudah ada kajian awal dari BPCB Jawa Tengah.

“Sebenarnya memang tidak harus BPCB (yang melakukan ekskavasi). Swasta pun boleh asal ada ijin dari pemerintah dan koordinasi dengan BPCB,” jelasnya. 

“Situs ini diawal sudah ditangani BPCB dengan penugasan tinjauan awal dulu baru ke ranah eskavasi lanjutan. Sedangkan kewenangan ekskavasi penyelamatan itu lebih besar diranah BPCB dari pada Dinas," kata dia.

"Sudah selayaknya Dinas jalin koordinasi dengan BPCB terkait ekskavasi ini. Karena harus melalui beberapa tahapan survei harusnya. Nah yang terjadi kok ini sudah tahapan ekskavasi oleh Dinas bareng CV Bhalakala dan BPCB malah tahunya dari laporan komunitas. Ini ada apa dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan?” ujarnya.

Sementara itu, kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto mengatakan, kegiatan yang berlangsung di situs Gumuk Candi Tlawong saat ini bukan merupakan ekskavasi.

Namun baru pembersihan untuk pengkajian terhadap situs tersebut.

"Kita investasi setelah itu nanti kita kaji. Setelah itu keluar rekomendasi yang jadi bahan laporan ke pimpinan," jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved