Berita Boyolali Terbaru

Umat Islam di Boyolali Berbondong-bondong Akan ke Mekkah, Pesan Kemenag : Hati-hati Pilih Biro Umrah

Berdasarkan data Kementerian Agama Boyolali, dari Januari hingga Agustus 2022 telah ada 692 orang yang meminta rekomendasi mencari paspor untuk umrah.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Asep Abdullah
Jemaah memadati Ka'bah di Mekkah Al Mukaromah. Berdasarkan data Kementerian Agama Boyolali, dari Januari hingga Agustus 2022 telah ada 692 orang yang meminta rekomendasi mencari paspor untuk umrah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO. COM, BOYOLALI - Minat umat Islam di Kabupaten Boyolali untuk menunaikan ibadah umrah meningkat.

Terlebih kini, pandemi Covid-19 yang sempat menjerat dunia, sudah mereda.

Berdasarkan data Kementerian Agama Boyolali, dari Januari hingga Agustus 2022 telah ada 692 orang yang meminta rekomendasi mencari paspor untuk umrah.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Boyolali, Hanif Hanani perbulannya saja pihaknya mengeluarkan 50 rekomendasi pengurusan paspor untuk umrah.

"Bararti setahunnya 600 lebih. Itu lebih tinggi sekarang ini. Sebelum pandemi kisarannya 30-an (per bulan) data itu kami lihat dari rekomendasi untuk cari paspor," kata Hanif kepada TribunSolo.com, Selasa (4/10/2022).

Dia menyebut jumlah umat Islam yang melaksanakan umrah itu bisa lebih banyak, karena 50 orang itu yang meminta rekomendasi untuk mengurus paspor saja.

Sedangkan bagi yang sudah memegang paspor lalu mau melaksanakan umrah lagi tak perlu lagi mengurus paspornya.

"Yang sudah dapat paspor tidak perlu kami rekomendasikan,” jelasnya.

Baca juga: Nasib Samin Setelah Tabungan Haji Dimakan Rayap : Sudah Ada 10 Orang Tawarkan Umrah Gratis

Baca juga: Berkah Kerja Jadi Asisten Raffi Ahmad, Sensen Bisa Umrah Bersama Orang Tua dan Beli Mobil Baru

Hanif meminta tingginya minat masyarakat untuk umrah ini pun harus lebih berhati-hati lagi dalam memilih biro perjalanan umrah.

Apalagi di tengah gencarnya promosi yang dilakukan oleh biro umrah.

"Karena tidak semua biro itu seperti apa yang diiklankan," aku dia.

Dia menambahkan, semisal kurang yakin dengan biro perjalanan umrah, maka datang saja ke kantor Kemenag.

"Bisa tanyakan ke PLHUT (Penyelenggaraan Haji dan Umrah Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu) Kemenag, karena kami ada aplikasi yang bisa tahu biro mana yang bisa dipercaya,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved