Berita Persis Solo

Akhiri Rivalitas Derby Mataram, Wali Kota Solo Gibran Apresiasi Deklarasi Damai "Mataram is Love"

Rivalitas yang terjadi bertahun - tahun akhirnya luntur. Suporter Persis Solo dan PSIM Yogyakarta serta PSS Sleman sepakat untuk berdamai.

TribunSolo.com/Tara Wahyu NV
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ditemui di Balai Kota Solo, Kamis (29/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rivalitas antara suporter Persis Solo dan PSIM Yogyakarta, serta PSS Sleman kini telah hilang. 

Selama ini Derby Mataram menjadi salah satu rivalitas paling menegangkan dalam Liga Indonesia.

Bahkan rivalitas antara suporter Persis dan PSIM tersebut sudah terjadi puluhan tahun lamanya.

Namun, menyusul Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa, para suporter Persis Solo, PSIM Yogyakarta, dan PSS Sleman bersepakat menggaungkan "Mataram is love".

"Kami apresiasi, insiatif," terang Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat ditemui Rabu (5/10/2022).

Menurutnya, ini sebuah langkah untuk membuat dunia persepakbolaan lebih baik.

"Pokoke sip," jelasnya dalam akun twitter @gibran_tweet sambil mengepos gambar logo tiga klub.

Di bawahnya ada tulisan "Mataram is love".

Ini merupakan plesetan dari jargon yang biasanya digaungkan ketika salah satu klub menang di laga derby.

Para fans PSIM Yogyakarta yang memiliki warna jersey home biru akan menggaungkan "Mataram is blue" jika tim mereka menang.

Sebaliknya, jika fans Persis Solo yang menang, maka yang akan digaungkan "Mataram is red" sesuai warna jersey home mereka yang berwarna merah.

Baca juga: Apresiasi Perdamaian Suporter Persis-PSIM-PSS,Gibran Pasang Spanduk Mataram is Love di Plaza Manahan

Netizen pun menanggapi fenomena ini dengan berbagai macam.

Salah satunya ide mengadakan trofeo antara ketiga klub ini.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved