Berita Boyolali Terbaru

Harga Tomat dari Petani Selo Terjun Bebas, Sekilo Hanya Rp 500: Ongkos Produksi Ditekan

Petani Selo, Boyolali sedang bersedih. Sebab, harga tomat yang mereka tanam terjun bebas. Per kg saat ini Rp 500.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Hasil panen Tomat Petani di Selo, Boyolali, Rabu (5/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI-  Petani di lereng Merapi -Merbabu harus pandai-pandai menekan biaya produksi pertanian.

Pasalnya sudah dua pekan terakhir ini harga tomat anjlok hingga nyaris tak ada harganya.

Bayangkan, satu kilogram tomat yang cukup besar-besar nan segar dari petani cuma dihargai Rp 500.

Harga segitu jelas tak cukup untuk menutup ongkos produksi.

"Bisa kembali modal itu kalau harganya antara Rp 1.000-1.500/kg," kata Mujianto, salah seorang petani di Selo, Boyolali  kepada TribunSolo.com, Rabu (5/10/2022).

Namun, sejak 2 pekan ini harganya jatuh hingga menyentuh Rp 500/kg.

Dia mengaku harga serendah itu jelas membuat petani pusing tujuh keliling.

Baca juga: Cerita Petani di Sragen, Beli BBM Pakai Jeriken, Tiba-tiba Diancam dan Diperas

Bagaimana tidak, dia yang baru menginjak panen pardana saja butuh biaya besar untuk menanam 1.500 batang tomat.

"Untuk bibit dan perawatan saja sudah habis lebih dari Rp 3 juta. Padahal jika musim hujan seperti ini, petani harus lebih rajin menyemprotkan obat untuk menjaga tomat dari serangan hama," tambah.

Untuk itu, cara yang dilakukan petani agar bisa tetap dengan mengurangi biaya produksi dengan terjun sendiri tanpa menggunakan tenaga untuk merawat tanaman tomat ini.

"Hasil panen rata-rata perhari 900 kilogram sampai 1 kwintal tomat. Kalau harganya Rp 500/kg. Buat tenaga kerja jelas tidak cukup," katanya.

Yanto petani lain mengaku rendahnya harga tomat ini kerap dirasakan petani.

Petani seakan sudah biasa menelan pil pahit dengan rendahnya harga jual hasil pertanian.

Rendahnya harga jual ini lantaran saat ini banyak wilayah penghasil sayuran tengah panen raya.

"Yang penting masih bisa terjual gitu saja sudah tenang. Kalau harganya sudah rendah, jualnya Sulit itu yang jadi masalah besar," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved