Berita Persis Solo

Perdamaian Suporter Solo & Jogja, Manajemen Persis Solo : Penguat Untuk Kawal Tragedi Kanjuruhan

Manajemen Persis Solo memandang baik perdamaian dari suporter Persis, PSIM, dan PSS. Menurutnya hal itu dapat membantu mengawal Tragedi Kanjuruhan

TribunSolo.com/Dok Suporter Persis Solo
Suporter Persis Solo dengan PSIM Jogja yang memilih mengakhiri rivalitas melalui pertemuan dan kesepakatan damai pada Senin (3/10/2022) malam. Pertamuan digelar di perbatasan Solo-Jogja yakni Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perdamaian dan penguatan persaudaraan antara suporter Persis Solo, PSIM Yogyakarta, dan PSS Sleman telah menuju babak permulaan.

Pemicunya, semangat kemanusiaan agar tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang tak terulang kembali di kemudian hari.

Persis Solo menyambut baik perdamaian dan penguatan persaudaraan antara suporter Persis Solo, PSIM Yogyakarta, dan PSS Sleman.

"Itu adalah sesuatu yang sangat kita apresiasi dan itu kemudian menjadi oase di antara momen duka yang kemarin sempat ada di Kanjuruhan," kata Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Liga 1 Ditunda 2 Pekan Pasca Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Persis Solo : Kita Menghormati & Patuh

Baca juga: Sikap Persis Solo untuk Tragedi Stadion Kanjuruhan : Kawal Supaya Ada Evaluasi & Penyelesaian

"Saya rasa momen damai ini adalah refleksi bahwa suporter itu ada keinginan untuk berbenah," katanya.

"Bahkan, untuk tim yang punya sejarah panjang yang punya rivalitas kita mau berbenah mau membuka diri untuk evaluasi," tambahnya.

Bryan meyakini perdamaian dan penguatan persaudaraan antara suporter tersebut bisa menguatkan kita dalam mengawal kasus yang ada di Stadion Kanjuruhan.

"Saya rasa ini nanti akan menguatkan kita untuk sama sama mengawal kasus yang ada di Kanjuruhan supaya bisa terselesaikan dan segera ditemukan siapa yang harus bertanggungjawab," ucap dia.

"Dengan bersatunya elemen suporter yang ada di Kota Solo dan Jogja ini membuat kita, saya rasa lebih mudah mengawal kasus yang ada di Kanjuruhan," tambahnya.

"Kita sama-sama punya prioritas yang sama untuk bisa mengawal insiden di Kanjuruhan, supaya bisa terselesaikan dan dapat pertanggung jawaban dari pihak yang memang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut," kata dia lagi.

Baca juga: Lembaran Baru Persaudaraan Suporter Persis, PSIM, & PSS : Beri Warisan Baik Bagi Generasi Berikutnya

Baca juga: Ratusan Suporter Persis Solo Bertolak ke Jogja, Ikut Doa Bersama dan Jalin Perdamaian

Proses investigasi terhadap tragedi di Kanjuruhan segera dilakukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Tim yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD tersebut akan bekerja selama 24 jam.

Mahfud meyakini TGIPF mampu mengeluarkan hasil rekomendasi atas investigasi tragedi di Stadion Kanjuruhan dalam 3 Minggu ke depan.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved