Breaking News:

Berita Solo Terbaru

SMP Islam Al Abidin Surakarta Ajarkan Bahasa Mandarin, Agar Siswa Siap Terjun ke Masyarakat Global

SMP Islam Al Abidin menyiapkan siswanya agar siap terjun ke masyarakat global. Salah satunya merek belajar bahasa mandarin.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Siswa SMP Islam Al Abidin Surakarta saat belajar penguatan Bahasa Mandarin. 

Laporan wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Siswa SMP Islam Al Abidin Surakarta saat ini tengah dipersiapkan untuk terjun ke masyarakat modern.

Salah satu nya yakni memberikan pembelajaran terkait Bahasa Mandarin.

“Kami memberikan ekskul khusus Bahasa Mandarin untuk siswa, agar siswa nantinya saat kembali ke masayarakat bisa membaur,” kata pengajar Bahasa Mandarin SMP Islam Al Abidin Surakarta, Nayra, Rabu (5/10/2022) siang.

“Apalagi mengingat kan sekarang mandarin itu sudah masuk ke dalam Bahasa internasional selain Bahasa Inggris,” ujarnya.

Ekskul Bahasa Mandarin tersebut terbagi menjadi 2 kelas yakni kelas 9 serta kelas 7 dan 8.

Untuk anggota eskul total ada 90 siswa yang terbagi kelas 9 ada 60 siswa yang menjadi peserta sedangkan 7 dan 8 sekitar 40-50 siswa.

Kelas tersebut diadakan pada hari Selasa dan Rabu.

Baca juga: Performing Art Hingga Workshop dari 85 Sekolah Berbagai Jenjang Bakal Semarakkan Kreasso 2022

Nayra mengatakan, untuk pembelajaran yang diberikan ke siswa biasanya masih basic atau dasar.

“Kalau dalam Bahasa Mandarin itu ada tata Bahasa, cara pengucapan, pelafalan, pengenalan diri,” katanya.

Namun, karena adanya pandemi, kelas 9 ekskul Bahasa Mandarin memiliki materi yang sama dengan kelas 7 dan 8.

“Saat dulu sebelum pandemi kan, kami beri materi yang berbeda karena ada tingkatannya dan memang ada yang sudah ikut kursus dari luar,” katanya.

Tak hanya Bahasa Mandarin, SMP Islam Al Abidin Surakarta juga memberikan pengembangan untuk Bahasa Jepang, Inggris, ekskul kesenian hingga bela diri.

“Bahasa itu kan penting sekali, apalagi untuk dunia globalisasi itu banyak dipakai di luar,” katanya.

Dirinya berharap dengan adanya ekskul pengembangan diri Bahasa Mandarin, siswa bisa minimal memperkenalkan diri dan paham dengan Bahasa Mandarin. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved