Breaking News:

Viral

Ucapan Ade Armando yang Viral soal Tragedi Kanjuruhan, Salahkan Aremania dan Bela Polisi

Ade Armando dalam sebuah unggahan video di YouTube menyebut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan akibat ulah supporter Arema yang masuk ke dalam lapangan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNNEWS.COM
Ade Armando di Depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/42022). 

TRIBUNSOLO.COM -- Viral di media sosial pernyataan pegiat media sosial Ade Armando yang menuding supporter Arema sebagai biang kerok kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Ade Armando dalam sebuah unggahan video di YouTube menyebut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan akibat ulah supporter Arema yang masuk ke dalam lapangan.

Bahkan, Ade Armando, lelaki yang pernah dipukuli dan ditelanjangi massa tersebut menyebut para supporter seperti preman. 

Baca juga: Ade Armando Muncul di Channel YouTube, Ungkap Kejadian saat Dikeroyok : Mereka Incar Kepala Saya

“Supporter sepakbola Indonesia ini memang keterlaluan. Siapapun yang melihat video-video yang kini tersebar tentang tragedi di Stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu pasti bisa mengenali bahwa pangkal persoalan adalah kelakuan sebagian supporter Arema yang menyerbu lapangan,” kata Ade Armando dalam kanal YouTube Cokro TV pada Senin (3/10/22).

“Mereka sombong, bergaya preman, menantang, merusak dan menyerang. Gara-gara merekalah tragedi itu terjadi,” lanjutnya.

Ade Armando lantas menduga jika ada upaya untuk menyudutkan pihak kepolisian di Tragedi Kanjuruhan tempo hari.

Ia pun mengeklaim tidak ada pelanggaran yang dilakukan pihak kepolisian.

Baca juga: Update Terbaru Kondisi Ade Armando, Kini Sudah Bisa Mengobrol dan Tertawa

“Apakah polisi memukuli supporter, menganiaya, menembaki para pendukung Arema? Sama sekali tidak ada,” ujar Ade Armando.

Dirinya pun mengatakan bahwa penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu untuk mengendalikan kerusuhan  sudah sesuai protap.

“Sekali lagi marilah kita bersikap objektif. Yang jadi pangkal masalah adalah supporter Arema yang sok jagoan melanggar semua peraturan dalam stadion dengan gaya preman masuk ke lapangan, petentengan,” ungkapnya, seperti dikutip dari Tribun Medan.

Menurut pandangan Ade Armando, polisi telah melaksanakan kewajibannya.

Suporter Buka Lembaran Baru

Penguatan persaudaraan antara suporter Persis Solo dan PSIM Yogyakarta perlahan mulai dilakukan. Pemicunya, semangat kemanusiaan.

Mereka tidak ingin tragedi pilu di Stadion Kanjuruhan Malang terulang di kemudian hari.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved