Info Surakarta

Rayakan Hari Bea Cukai, Kantor Bea Cukai Surakarta Gempur Rokok Ilegal : Sudah 3 Juta Batang Disita

Bea Cukai Surakarta memperingati HUT ke-76 Bea Cukai Indonesia dengan komitmen menggempur rokok ilegal.

TribunSolo.com
Petugas Bea Cukai Surakarta melaksanakan apel serentak dalam memperingati HUT ke-76 Bea Cukai Indonesia bertema 'Kolaborasi Membangun Negeri'. Apel dipimpin Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso. 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Bea Cukai Indonesia memperingati hari jadinya yang ke-76 pada tanggal 1 Oktober lalu dengan mengangkat tema 'Kolaborasi Membangun Negeri'.

Ada acara apel khusus memperingati hari secara serentak dari kantor pusat Bea Cukai hingga kantor vertikal di bawahnya pada Selasa (4/10/2022).

Sementara apel di Bea Cukai Surakarta yang dilaksanakan di halaman depan kantor diikuti oleh seluruh pegawai.

Bertindak sebagai pembina apel yaitu Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso.

Dalam amanatnya, Budi mengatakan bahwa tugas dan fungsi tidak dapat hanya dilakukan oleh bea cukai saja.

Tetapi di dalamnya juga perlu kerja sama yang kuat baik dengan pihak internal maupun eksternal.

Salah satu bentuk kerja sama Bea dan Cukai Surakarta dengan pihak eksternal adalah dalam kampanye mengenai Gempur Rokok Ilegal.

"Ini bekerjasama dengan Satuan Pamong Praja yang berada di wilayah kerja Bea Cukai Surakarta," kata dia kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Sejak 2021 Bea Cukai Surakarta Amankan 5 Juta Batang Rokok Ilegal, Kerugian Negara Rp4,5 Miliar

Baca juga: Temuan Rokok Ilegal Bea Cukai Solo : Dijual Rp 1.140 per Batang, Potensi Kerugian Capai Rp 24 Juta

Budi memaparkan, hingga bulan September 2022, rokok ilegal yang telah disita oleh petugas Bea Cukai Surakarta sebanyak 3.092.164 batang.

Nilai barang diperkirakan mencapai Rp 3.556.485.360 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 2.381.359.658.

"Sama, modus rokok ilegal yang beredar di masyarakat ini kebanyakan berupa rokok tanpa pita cukai," papar dia.

Lebih lanjut dia menambahkan, dari 3 juta batang rokok ilegal tersebut, wilayah penindakan yang paling banyak adalah yang berada di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Hal ini dikarenakan luasan daerah Wonogiri yang besar dan Solo Raya ini adalah merupakan jalur distribusi rokok-rokok ilegal yang akan dipasarkan di luar Pulau Jawa.

Budi Santoso menambahkan, penindakan yang dilakukan Bea Cukai Surakarta ini merupakan bagian dari usaha kami dalam menggempur rokok ilegal.

"Selama triwulan ketiga ini, Bea Cukai Surakarta telah melakukan penindakan sebanyak 83 kali," aku dia.

Menurut Budi, adapun penindakan ini ada yang berasal dari hasil operasi pasar, informasi dari masyarakat, dan sinergi dengan aparat hukum lainnya.

Diharapkan dengan penegakan hukum yang konsisten serta penerapan kebijakan yang tepat, produksi serta peredaran rokok ilegal dapat ditekan.

"Hasilnya penerimaan negara dari sektor cukai bisa ditingkatkan,” harap dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved