Berita Boyolali Terbaru

Fakta Penggalian Situs Gumuk Tlawong di Boyolali : Izinnya FGD, Nyatanya Lakukan Penggalian

BPCB Jateng masih menunggu koordinasi pihak terkait yang melakukan penggalian di situs Gumuk Tlawong. Sebab izinnya adalah FGD, bukan penggalian

TribunSolo.com/Tri Widodo
Beberapa warga tengah menjaga Situs Gumuk Tlawong Sawit pasca ekskavasinya dihentikan BPCB, Selasa (4/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Situs Gumuk Tlawong, Sawit sudah diobrak-abrik.

Bekas penggalian terlihat di salah satu titik tanah yang ada di sebelah barat, di dekat salah satu Yoni. 

Jika tak dihentikan BPCB, penggalian situs itu bakal terus berlanjut.

Penggalian itu dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dengan menggandeng pihak ketiga.

Meski sudah dihentikan, hingga saat ini pelaksana dan Disdikbud Boyolali belum juga melakukan koordinasi dengan BPCB.

Baca juga: Mitos Ular Raksasa Penjaga Situs Gumuk Tlawong Sawit Boyolali, Bila Ditangkap Bisa Celaka

Padahal, rencananya koordinasi itu akan dilakukan, Kamis (6/10).

Kepala BPCB Jateng, Sukranadi, pun sudah menunggu kehadiran pihak terkait.

"Hari ini kita sudah fasilitasi, mereka juga tidak hadir. Ya sementara belum ada koordinasi, itu tidak boleh dilakukan ekskavasi di lapangan. Itu harus distop. Stop semuanya sebelum itu ada koordinasi ke kita (BPCB, - red)," tegasnya saat dihubungi TribunSolo.com, Kamis (6/10/2022). 

BPCB sebenarnya sudah beritikad baik dengan tak langsung membawa perkara itu ke jalur hukum.

Meski sudah dilakukan penggalian, namun BPCB hanya mengajak pelaksana dan Disdikbud Boyolali untuk berkoordinasi saja.

Apalagi izin kegiatan di situs tersebut kepada BPCB Jateng adalah untuk focus group disscussion (FGD). Bukan melakukan penggalian atau ekskavasi.

Baca juga: Penggalian Situs Gumuk Tlawong Sawit Baru Berhenti Setelah Didatangi Kades, Ini Kata BPCB

Maka kegiatan tersebut termasuk dalam pengerusakan situs cagar budaya. 

"Kan (pelaksanaannya) tanpa izin itu. Masuk pidana. Meskipun ditimbun lagi ya itu merusak. Sudah dikatakan merusak. Kan tidak boleh melakukan pencarian kecuali oleh institusi yang berwenang melakukan itu. UU sudah jelas itu," tegasnya. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved