Berita Solo Terbaru

Ketika Abu Bakar Ba'asyir Diajak Nonton Bareng Film Jenderal Sudirman oleh Danrem 074/Warastratama

Film Jenderal Sudirman dipilih karena mengangkat cerita perjuangan pemimpin militer yang tidak sehat namun tetap memimpin gerilya melawan Belanda

Istimewa/Dok. Danrem 074/Warastratama
Danrem 074/Warastratama Anan Nurakhman saat menemui Abu Bakar Baasyir untuk mengajak nonton bareng film Jenderal Sudirman 

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, menjadi Inspektur Upacara HUT ke-77 RI di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Rabu (17/8/2022).

Upacara tersebut merupakan upacara perdana yang digelar di Ponpes Al-Mukmin yang didirikan oleh Abu Bakar Baasyir itu.

Upacara tersebut dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan diikuti ratusan santri sebagai peserta upacara, termasuk juga Abu Bakar Baasyir yang hadir secara langsung.

"Alhamdulillah berjalan lancar, dan saya yakin di tempat-tempat lain sekarang juga sedang dilaksanakan upacara yang sama," ujar Muhadjir Effendy, ditemui usai upacara.

Baca juga: Berdiri Sejak Maret 1972, Ponpes Al-Mukmin Ngruki Baru Kali Ini Gelar Upacara Bendera Besar-besaran

Dia berpesan agar santri di Ponpes Al-Mukmin Ngruki terus belajar yang baik, termasuk dengan pendidikan karakter, namun juga harus diimbangi dengan ilmu pengetahuan umum.

"Harus ada perimbangan, antara belajar-belajar ilmu umum dan ilmu agama. Ilmu agama cukup dalam dan luas dan dilengkapi dengan pengetahuan umum yang sangat kuat," kata dia.

Dengan begitu, dia meyakini para santri maupun alumni Ponpes Al-Mukmin Ngruki bisa ikut berpartisipasi mengisi kemerdekaan Indonesia.

Bentuk Rasa Syukur

Ponpes Al-Mukmin Ngruki menggelar upacara peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia Rabu (17/8/2022) pukul 07.00 pagi.

Upacara tersebut menjadi upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia perdana yang digelar oleh Ponpes Al-Mukmin Ngruki semenjak berdiri.

Dalam upacara tersebut dihadiri secara langsung oleh Abu Bakar Baasyir dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Ditemui usai upacara, Abu Bakar Baasyir mengatakan upacara tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas karunia yang diberikan Allah.

Baca juga: Berdiri Sejak Maret 1972, Ponpes Al-Mukmin Ngruki Baru Kali Ini Gelar Upacara Bendera Besar-besaran

Baca juga: Potret Ibu-ibu Jamu Gendong di Sragen Gelar Upacara Kemerdekaan ke-77 RI, Anggun Dibalut Kebaya

"Jadi memang kewajiban kita ini, apa saja yang dikaruniai Allah harus kita balas bersyukur. Ini diwujudkan dalam upacara," kata dia, kepada TribunSolo.com.

Dia menegaskan, upacara peringatan pada 17 Agustus merupakan bentuk syukur kepada Allah yang merupakan kewajiban.

Namun menurut pandangan islam, kata dia, bentuk syukur yang paling sempurna adalah negara yang dikaruniai ini harus diatur dengan hukum yang diturunkan oleh Allah.

"Itu sempurnanya bersyukur. Doakan saja mudah-mudahan suatu saat nanti Indonesia akan diatur dengan hukum dari Tuhan Yang Kuasa," ujar Abu Bakar Baasyir.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Paskibra dan Paskibraka di Upacara HUT Kemerdekaan RI

Baca juga: Nasib Jacksen di Ambang Pintu Keluar Persis,Rumor Pengganti Berseliweran: Javier Roca & Paul Munster

Dia juga berharap suatu saat nanti Indonesia menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur, yaitu negara yang baik yang penuh keampunan.

Disisi lain, Abu Bakar Baasyir mengatakan upacara tersebut bukan inisiatif dari Ponpes, melainkan diinisiasi oleh persatuan alumni Ponpes.

"Iya belum pernah ada (upacara). Baru kali ini, iya (sejak) waktu berdiri baru kali ini," pungkasnya.

Pertama Kali Upacara Besar-besaran

Abu Bakar Ba'asyir mengikuti secara langsung upacara peringatan HUT ke-77 RI yang digelar Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Rabu (17/8/2022).

Upacara tersebut juga dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Pantauan TribunSolo.com, upacara tersebut dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan diikuti santri sebagai peserta upacara.

Baca juga: HUT RI ke-77, Ponpes Ngruki Milik Abu Bakar Baasyir Gelar Upacara Bendera, Dihadiri 800-an Orang

Baca juga: Upacara HUT RI di Sriwedari Solo Dramatis, Isak Tangis Pecah Usai Bendera Merah Putih Gagal Berkibar

Sementara itu, Abu Bakar Ba'asyir mendatangi lokasi tepat sebelum upacara dimulai dengan mengenakan pakaian atasan putih.

"Itu merupakan kesyukuran kepada Allah. Jadi memang kewajiban kita ini, apa saja yang dikaruniai dari Allah harus kita balas bersyukur," kata Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, kepada TribunSolo.com saat ditemui usai upacara.

Menurutnya, bentuk bersyukur itu diwujudkan dengan upacara pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-77 RI di Ponpes Al-Mukmin Ngruki.

Abu Bakar Ba'asyir mengatakan, bentuk bersyukur kepada Allah yang paling sempurna adalah negara yang dikaruniai ini harus diatur dengan hukum yang diturunkan Allah.

"Makanya saya ini belum sempurna tapi saya bersyukur. Maka doakan saja mudah-mudahan suatu saat nanti Indonesia akan diatur dengan hukum dari Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.

Dia juga mengakui upacara yang digelar hari ini merupakan kali pertama Ponpes Al-Mukmin Ngruki menggelar upacara semenjak berdiri.

"Baru kali ini, belum pernah ada. Baru kali ini sejak berdiri," pungkasnya.

Diikuti 800-an Orang 

Pada peringatan hari kemerdekaan RI ke-77 ini suasana berbeda terlihat di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (17/8/2022).

Pantauan TribunSolo.com, ponpes milik Ustaz Abu Bakar Ba'asyir itu menggelar upacara bendera dengan skala cukup besar.

Ada sekira 800-an orang yang turut terlibat dalam upacara tersebut,

Tak hanya santri setempat, namun hadir pula tamu undangan termasuk Menko PMK Muhadjir Effendy.

Baca juga: Upacara HUT RI di Sriwedari Solo Dramatis, Isak Tangis Pecah Usai Bendera Merah Putih Gagal Berkibar

Baca juga: Jelang 17 Agustus, Abu Bakar Baasyir Terima Bendera Merah Putih dari Danrem 074/Warastratama

Muhadjir dalam kesempatan ini didapuk sebagai inspektur upacara.

Direktur Ponpes Al-Mukmin, Ustaz Yahya, mengatakan awalnya upacara hendak digelar sederhana. Namun akhirnya digelar besar-besaran dengan persiapan selama empat hari.

"Kami maunya sederhana tetapi beliau-beliau (Dandim dan Kapolres Sukoharjo) minta dibesarkan sekalian, biar dunia melihat bahwa kita ini bukan anti NKRI," kata Yahya usai geladi bersih, Selasa (16/8/2022).

Upacara bendera bukan hal baru bagi ponpes ini.

Yahya mengaku tiap tahun dirinya mengikuti upacara bendera, namun dengan konsep sederhana.

Baca juga: Besok, Menko PMK Jadi Inspektur Upacara Kemerdekaan RI di Ponpes Ngruki Milik Abu Bakar Baasyir

Baca juga: Anggota Paskibraka Nasional Melewati Seleksi Ketat, Ini Sejumlah Bonus yang Didapat Setelah Bertugas

"Yang besar baru hari ini, tapi kita setiap saat mengadakan. Sejak saya santri ya mengadakan seperti itu," jelas Yahya.

Adapun Abu Bakar Ba'asyir terpantau turut serta dalam upacara tersebut.

Berpakaian serba putih, Abu Bakar Ba'asyir awalnya dipapah seorang pria, yang kemudian dirinya duduk di barisan terdepan tempat para undangan hadir.

Menko PMK Jadi Inspektur Upacara

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK) Muhadjir Effendy, direncanakan akan menjadi inspektur upacara di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin Ngruki, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Diketahui, Ponpes Al-Mukmin Ngruki merupakan ponpes milik Abu Bakar Ba'asyir.

Upacara tersebut dilakukan dalam rangka peringatan HUT Republik Indonesia ke-77 pada Rabu (17/8/2022).

Informasi ini dibenarkan oleh Humas Ponpes Al-Mukmin, Muchshon.

Baca juga: Berhasil Kembangkan Kelapa Genjah, Bupati Sukoharjo Terima Golden Certificate Award dari Kementan

Baca juga: Tak Lagi Anggap Syirik, Ini Alasan Abu Bakar Baasyir Akui Pancasila : Sempat Lakukan Kajian Panjang

"Iya benar," kata Muchshon, saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Selasa (16/8/2022).

Sementara itu, Humas Kemenko PMK Dian Novico turut membeberkan detail acara upacara bendera di Ponpes milik Abu Bakar Ba'asyir itu.

Dia menuturkan, upacara akan dimulai pukul 07.00 dan berlangsung hingga 10.00 WIB.

"Nanti peserta upacara ada santri dari Ponpes Al-Mukmin, dan staffnya," kata Dian Novico.

Baca juga: Bukan Untung Malah Buntung,Driver Ojol di Sukoharjo Ini Dibui Usai Temukan HP Namun Tak Dikembalikan

Tak hanya itu, petugas upacara HUT RI juga berasal dari santri Ponpes.

Usai upacara, Muhadjir Effendy disebut akan melakukan komunikasi dengan para santri, dan berkeliling Ponpes. 

Abu Bakar Ba'asyir Akhirnya Akui Pancasila

Ustaz Abu Bakar Ba'asyir (ABB) akhirnya mengakui Pancasila.

Itu terkuak ke publik usai pernyataan pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki itu viral di media sosial (medsos).

Diketahui pernyataan ABB itu terjadi saat mengisi acara buka bersama di rumah warga di Ngruki, Kecamatan Grogol, Sukoharjo pada bulan ramadan 2022 lalu.

Anak Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim membeberkan alasan ayahnya yang kini mengakui Pancasila.

Baca juga: Viral, Video Abu Bakar Baasyir Mengakui Pancasila: Pancasila Itu Dasarnya Tauhid

Baca juga: Sehari Setelah Pulang ke Ponpes Ngruki, Abu Bakar Baasyir Terima 26 Tamu, Hanya Ramah Tamah

"Jadi memang benar bahwa itu video dari ustadz ABB, tentang pernyataan beliau memandang Pancasila saat ini," kata Iim, begitu ia disapa, saat di temui di Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Kamis (4/8/2022).

"Dahulu informasi yang masuk ke beliau, Pancasila dianggap bertentangan dengan Islam," imbuhnya.

Di usianya yang ke-83 tahun, ABB terus mempelajari Pancasila yang merupakan ideologi bangsa Indonesia itu.

Hingga akhirnya ABB mengakui Pancasila, setelah dianggapnya syirik.

"Ketika ada penelaahan bahwa pendiri bangsa merumuskan konsep itu (Pancasila) bagi negara kita sebagai jalan dan legitimasi untuk muslimin di Indonesia untuk menerapkan syariat islam secara sempurna, mengingat sila pertama adalah Ketuhanan yang maha Esa, beliau melihat dari situ dan menjelaskan kepada masyarakat supaya tidak terjadi kesalahpahaman," ujarnya.

Iim menjelaskan bahwa pada prinsipnya ABB tidak menolak konsep apapun, asalkan tidak bertentangan dengan Islam, dan tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT.

Sehingga dia selalu membuka pintu diskusi dengan siapapun, untuk membahas topik apapun termasuk Pancasila.

Baca juga: Tak Pakai Pesawat Tapi Tempuh Jalur Darat 8 Jam, Abu Bakar Baasyir Kuat, Tak Keluhkan Kesehatannya

"ABB merupakan sosok yang dialogis, dengan siapapun beliau siap duduk, dengan siapapun beliau siap berdialog, dan menerima argumentasi apapun asalkan itu benar, bisa diterima dalam nalar sebagai orang yang berpegang kepada al-quran dan sunah rasulullah," ucapnya.

"Beliau juga sosok yang menghormati perbedaan agama," imbuhnya.

Sebab saat rasulullah memimpin Madinah, ada orang Yahudi, Nasrani, dan orang musrik, yang masih diayomi Nabi Muhammad.

"Bahkan dibuatkan Piagam Madinah, untuk mereka bersama-sama hidup disebuah negara, dan itu hal yang baik," pungkasnya.

Pernyataan Abu Bakar Ba'asyir soal Pancasila Viral di Twitter

Sebuah video yang merekam khotbah Abu Bakar Ba'asyir (ABB) viral di media sosial Twitter.

Video itu diunggah oleh akun @khoirudin_26 pada Senin (1/8/2022).

"Akhirnya Abu Bakar Ba'asyir di usia 84 tahun mengakui Pancasila," tulis dalam caption.

Dalam video tersebut, menyebutkan jika ABB mengakui Pancasila, karena dasar tauhid.

Baca juga: Dulu Anggap Pancasila Syirik, Abu Bakar Baasyir Kini Akui Pancasila Dasar Negara, Ungkap Alasannya

"Indonesia berdasarnya Pancasila itu mengapa disetujui ulama, karena dasarnya tauhid. Ketuhanan yang maha Esa," kata ABB dalam video tersebut.

"Inipun pengertian saya terakhir. Dulunya saya, Pancasila itu syirik, saya begitu dulu," lanjutnya.

"Tapi setelah saya pelajari selanjutnya, tidak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik, itu tidak mungkin. Karena ulama itu mesti niatnya ikhlas," tambahnya.

Anak Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim, membenarkan video tersebut.

Pria yang akrab disapa Iim itu juga membenarkan bahwa pandangan ABB soal Pancasila adalah seperti yang diungkap dalam video.

"Itu video saat bulan ramadan kemarin. Saat ada acara buka bersama, beliau diundang tetangga disini," kata Iim, kepada TribunSolo.com, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Sebulan Abu Bakar Baasyir Bebas, Kini Dikunjungi Direktur Deradikalisasi BNPT, Apa yang Dibahas?

"Beliau menyampaikan, ada yang merekam, dan tersebar di medsos. 3 bulan sempat viral juga," imbuhnya.

Iim mengatakan, hal tersebut dapat menjawab pertanyaan masyarakat terkait dengan pandangan ABB soal Pancasila.

Sebab, selama ini ABB dikenal menentang Pancasila karena dianggap syirik.

"Bagi kita itu bagus, dan menjawab apa yang disalahpahami dari beliau terkait sikap beliau tentang Pancasila," pungkasnya. 

Direktur Deradikalisasi BNPT Kunjungi Abu Bakar Ba'asyir

Sebulan lebih Abu Bakar Ba'asyir bebas dari jeruji penjara akibat kasus terorisme.

Kini, Ba'asyir tinggal di kediamannya di kompelks Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Tamu silih berganti datang ke kediamannya.

Akhir Januari lalu, ada kunjungan Danrem 074/Warastratama Surakarta Kolonel Inf Rano Tilaar didampingi Dandim 0726/Skh Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Kini gantian timBadan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kamis (18/2/2021).

Tim Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat melakukan kunjungan ke Ponpes Islam Al-Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (18/2/2021).
Tim Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat melakukan kunjungan ke Ponpes Islam Al-Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (18/2/2021). (TribunSolo.com/Agil Tri)

Baca juga: Misteri Apa di Karanganom Klaten : Sudah 14 Sumur Ambles Beruntun,Tapi Belum Terpecahkan Penyebabnya

Baca juga: Kunjungan Pertama Danrem 074/Warastrama ke Ponpes Ngruki, Temui Abu Bakar Baasyir yang Baru Bebas

Kunjungan yang dipimpin Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris bertemy langsung Abu Bakar Ba'asyir.

Menurut Irfan Idris, kunjungan BNPT itu hanya dalam rangka silaturahmi.

"Kita hanya silaturrahmi, dan tadi kita diterima dengan baik," ucapnya.

Dalam pertemuannya dengan Abu Bakar, dia mengatakan, pemilik Ponpes Islam Al-Mukmin itu juga ingin mengunjungi kantor BNPT.

"Beliau (Abu Bakar) mengatakan kalau ada waktu akan ke kantor BNPT, pak kepala mempersilahkan," imbuhnya.

Adapun ertemuan itu berlangsung tertutup.

Hanya ada perwakilan dua media yang mendapat izin dari pihak ponpes itu meliput pertemuan itu.

Pengacara Abu Bakar, Achmad Mihdan mengatakan, selain silaturahmi, BNPT juga menanyakan kondisi Abu bakar dan membahas terkait penanggulanan terorisme.

Pertemuan tersebut sangat cair, bahkan Abu Bakar juga memberikan sejumlah nasihat kepada BNPT.

"Kami mengingatkan terorisme itu muncul karena adanya ketidakadilan dan adanya kejahatan manusia yang diderita umat Islam, itu akar permasalahannya," kata dia.

"Kami juga sampaikan, bahwa Bangsa Indonesia harus berperan penting dalam penanganan terorisme di dunia," imbuhnya.

Dia mengarakan, Abu Bakar meminta negara harus bisa menghargai dan menghormati hukum islam.

Karena hukum Islam menjamin kehidupan didunia dan akhirat, dan pengaturan hukum bersumber ajaran syariah.

"Soal bermitra dengan BNPT tidak. Kalau ada sisi yang kurang tepat, kami beri masukan. Menurut kami, terorisme itu tidak boleh dalam Islam," tandasnya.

Dikunjungi Danrem

Sebelumnya, Danrem 074/Warastratama Surakarta Kolonel Inf Rano Tilaar mengunjungi Abu Bakar Ba'asyir, Sabtu (23/1/2021).

Kedatangannya disambut Abu Bakar Ba'asyir dan putranya Abdul Rochim di Ponpes Al Mukmin Ngruki di Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Dalam kunjungannya itu, Rano didampingi Dandim 0726/Skh Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Tak hanya Abu Bakar dan Iim, rombongan Danrem juga disambut dengan hangat pengurus Yayasan Ponpes Al Mukmin Ngruki.

Baca juga: Sehari Setelah Pulang ke Ponpes Ngruki, Abu Bakar Baasyir Terima 26 Tamu, Hanya Ramah Tamah

Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Penyekatan saat Abu Bakar Baasyir Pulang ke Solo : Belajar dari Kerumunan HRS

Rano turut memperkenalkan diri sebagai pejabat Danrem 074/Warastratama.

"Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena pada pagi hari ini bisa berkomunikasi langsung dengan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir," ucap Rano.

"Karena orang timur bilang tak kenal maka tak sayang, sehingga supaya kita kenal maka kita harus bersilaturahmi," tambahnya.

Dalam kunjungan ke Ponpes Al Mukmin, Danrem 074/Warastratama memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) karena kini masih dalam kondisi pandemi.

"Untuk kesehatan dari ponpes nanti juga bisa diajarkan tentang penggunaan swab antigen oleh dokter dari kami," kata Rano.

Rano berharap bantuan APD dan swab antigen serta pelatihan tentang Swab Antigen dapat membantu mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Ponpes Al Mukmin.

Sementara itu Ustad Abu Bakar Ba'asyir mengucapkan terima kasih atas kunjungan Danrem 074/Warastratama.

"Silaturahmi adalah perbuatan baik yang nilainya amal sholeh dan Insya Allah diberi pahala oleh Allah," kata Abu Bakar Ba'asyir.

Ada 26 Tamu Hari Pertama

Sebelumnya, Abu Bakar Ba'asyir (ABB) mulai menerima tamu di Ponpes Al-Mukmin Ngruki sehari pasca dinyatakan bebas murni.

Sebanyak 26 orang tamu diterima mantan narapidana terorisme itu, Sabtu (9/1/2021).

Mereka harus mendaftar dulu sebelum bertemu Abu Bakar Ba'asyir.

Selain itu, hanya beberapa orang dengan tanda pengenal khusus yang diperbolehkan masuk ke Pondok Pesantren Al-Mukmin.

Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Penyekatan saat Abu Bakar Baasyir Pulang ke Solo : Belajar dari Kerumunan HRS

Baca juga: Kesan Abu Bakar Baasyir saat Pertama Kali Menginjak Kota Solo: Ini Solo yang Baru

Juru Bicara Pondok Pesantren Al Mukmin, Endro Sudarsono mengungkapkan para tamu tersebut mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB.

Selain mereka, sejumlah ustadz pondok pesantren juga turun berkunjung bertemu Abu Bakar Ba'asyir.

"Perwakilan tokoh masyarakat dari tokoh ormas terdaftar sekitar 26 orang. Didampingi TPM (Tim Pengacara Muslim). Sama pengurus pondok yang kemarin berhalangan," kata Endro.

Tidak ada acara resmi atau tausiyah saat penerimaan tamu Abu Bakar Ba'asyir tersebut. Pertemuan hanya sebatas ramah tamah.

"Acaranya sarapan. Hanya ramah tamah, ngobrol biasa. Bukan tausiyah, karena tausiyah membutuhkan energi yang besar, jadi yang ringan-ringan," katanya.

Selang sehari kepulangan, Abu Bakar Ba'asyir hanya berisirahat di kediamannya.

Endro mengungkap Abu Bakar Ba'asyir juga sempat berjalan-jalan di dalam ponpes.

"Tadi setelah salat subuh beliau jalan-jalan di sekitar masjid. Ini sudah tidak ada kegiatan, istirahat," tambahnya.

Menjaga Abu Bakar dari Radikalisme
 
Sebelumnua, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir telah bebas.

Kini, dia kembali ke kediamannya di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/1/2021). 

Meski usianya sudah 83 tahun, putra Ba'asyir, Abdul Rochim mengatakan ayahnya masih akan melakukan dakwah. 

"Soal dakwah, beliau merupakan seorang ulama, dan dia berkewajiban untuk menyampaikan ilmunya kepada umat," katanya kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Kegiatan Pertama Abu Bakar Baasyir Tiba di Rumah : Salat di Masjid Ponpes Ngruki, Menyapa Santri

Baca juga: Lama Tak Lihat Kota Solo, Abu Bakar Baasyir Kagum Komentari Flyover Manahan : Ini Solo yang Baru

"Tugas itu akan terus dilakukan beliau sampai Allah mengambil nyawa beliau," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Iim itu mengatakan, dengan kondisi Ba'asyir yang sekarang, akan ada penyesuaian terkait dakwah yang akan dilakukan. 

"Untuk bentuk dakwahnya bagaimana, nanti akan disesuai dengan kemamapuannya," ucapnya. 

Namun untuk saat ini, keluarga menghendaki agar Ba'asyir beristirahat terlebih dahulu. 

Iim mengaku, keluarga akan menjaga dan membentengi Abu Bakar Ba'asyir dari paham radikalisme. 

Dia menjelaskan, paham radikalisme tidak hanya dari kelompok ISIS saja, tapi dari kelompok radikalisme lainnya. 

"Apapun pemikiran dan cara berfikir tidak benar, berlebih-lebihan, ekstrimisme dan sebagainya, apapun namanya ISIS atau tidak ISIS, dijauhkan," kata dia.

Ba'asyir sendiri sebelumnya divonis 15 tahun hukuman penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Injakkan Kaki di Ponpes Ngruki, Warga Pesantren Langsung Pekikan Allahu Akbar

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas Murni, Peran Keluarga Tetap Penting, Ini Penjelasan Pengamat Terorisme

Putusan itu tak berubah hingga tingkat kasasi.

Ba'asyir dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

"Dari pihak keluarga semampunya, dan kita berikan penjelasan untuk menjauhkan pemikiran demikian," ucapnya. 

Lebih lanjut Iim menjelaskan, memiliki cara tersendiri untuk menjauhkan Ba'asyir dari kelompok radikalisme. 

Pihaknya akan meluruskan pemahaman radikalisme tersebut dengan ilmu. 

"Caranya terbaik untuk meluruskan atau menghadapi pemikiran itu dengan ilmu," katanya. 

"Kita kembalikan pandangan itu dengan ilmunya, bagaimana Al-quran dan sunah Rasullulah mengajarkan Islam yang benar," jelasnya. 

"Ketika kita bisa kembali yang benar dengan ilmu yang luas, maka akan ada keseimbangan ilmu dalam berpandangan. Upaya seperti itu insya Allah yang akan dilakukan," terangnya.

Tiba di Ponpes Ngruki

Abu Bakar Ba'asyir akhirnya tiba di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/1/2021).

Jubir Ponpes Ngruki, Endro Sudarsono mengatakan, kegiatan pertama saat Abu Bakar Ba'asyir sampai yakni menuju rumahnya terlebih dahulu di lingkungan pesantren.

Setelah sampai di rumahnya, sosok yang bebas setelah menjalani hukuman akibat kasus terorisme itu, kemudian menyempatkan diri menyapa sanyri dari jarak yang jauh.

Dia melambaikan tangan beberapa kali.

Baca juga: Lama Tak Lihat Kota Solo, Abu Bakar Baasyir Kagum Komentari Flyover Manahan : Ini Solo yang Baru

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas, Keluarga Siap Bentengi dari Paham Radikalisme : Kembali ke Al-Quran

Setelah itu salat dan makan bersama rombongan.

Bahkan warga Ponpes Al Mukmin Ngruki mulai santri hingga ustaz menyambut kepulangan Abu Bakar Ba'asyir dengan pekikan Allahu Akbar. 

Saat itu Abu Bakar Ba'asyir terlihat menggunakan kursi roda di pintu masjid.

Sebelumnya, Abu Bakar Ba'asyir tiba di Ponpes Al Mukmin Ngruki, pukul 13.40 WIB.

Pantauan di lapangan, Abu Bakar Ba'asyir datang dengan mobil dan langsung masuk dalam pondok pesantren. 

Ada mobil hitam yang masuk pertama kemudian diikuti mobil putih.

Abu Bakar Ba'asyir diketahui berangkat dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pagi ini Pukul 05.21 WIB. 

Mereka melakukan perjalanan melalui jalur darat selama kurang lebih 8 jam.  (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved