Liga Inggris
Sering Kebobolan Lebih Dulu, Man United Kena Sentil Patrice Evra : Kurang Pede
Dua penggawa Manchester Untied, Christian Eriksen dan Bruno Fernandes telah berbicara mengenai apa yang membuat performa kurang ok sejauh ini.
Penulis: Tribun Network | Editor: Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM - Dua penggawa Manchester Untied, Christian Eriksen dan Bruno Fernandes telah berbicara mengenai apa yang membuat performa kurang ok sejauh ini.
Mereka kompak bila kurangnya kepercayaan diri saat memulai laga menjadi biang keladinya.
Bruno Fernandes sempat mengungkapkannya setelah kelahan 3-6 Manchester United dari Manchester City beberapa waktu lalu.
“Sikap dan keyakinan dari awal memang bukan yang terbaik dan saya kira itulah yang menyebabkan banyak masalah bagi kami,” jelas dia, dikutip dari Mirror.
"Kami kebobolan gol lebih awal dan setelah itu kami harus mengejar hasil," tambahnya.
Manchester United memang kebobolan lebih dulu saat menghadapi Manchester City.
Mereka kebobolan saat menit ke-8 lewat gol yang dilesakkan Phil Foden.
Dari situ, skuad asuhan Erik Ten Hag tersebut mulai kesulitan membalas.
Baca juga: Keputusan Lionel Messi : Piala Dunia 2022 Qatar Akan Jadi Yang Terakhir
Baca juga: Manchester United vs Omonia : Berkat Satu Instruksi Ten Hag ini, MU Langsung Gacor, Sukses Comeback
Manchester City kemudian berhasil melesakan dua gol tambahan yang dilesakkan dalam 3 menit saja.
Itu dilakukan Erling Haaland.
Phil Foden kemudian mencetak gol keempat Manchester City di babak pertama.
Manchester United pun baru membalasnya saat menit ke-56 lewat gol Antony.
Christian Eriksen juga memiliki pernyataan senada dengan Bruno Fernandes setelah kekalahan dalam Derby Manchester.
“Ini cukup sederhana, itu adalah kurangnya kepercayaan. Ketika anda tidak percaya di lapangan maka anda tidak bisa memenangkan pertandingan, itu tidak dapat diterima. Kami menjadi tidak disiplin dalam mengikuti aturan dan anda dipalu, itu terjadi hari ini," ucap dia.
“Bagi saya, itu adalah kejutan. Kami tidak berada di depan, kami tidak berani menguasai bola dan ada ruang untuk bermain tetapi kami tidak cukup berani. Semua pujian untuk City, tapi itu tidak ada hubungannya dengan City. Kinerja kami tidak baik,".
“Itu ada hubungannya dengan kepercayaan sebagai individu dan sebagai tim. Sejak menit pertama saya merasakannya dan di babak pertama, kami mengubah banyak hal dan kami mengubah sikap. Kami melihat Manchester United yang berbeda setelah babak pertama dan kami mencetak gol. , kami membuat beberapa lagi," tambahnya.
Pernyataan Christian Eriksen dan Bruno Fernandes kemudian disetujui Patrice Evra.
Eks Manchester United tersebut setuju dengan mereka setelah melihat performa mantan klubnya melawan Omonia Nicosia di Liga Eropa.
Manchester United harus kebobolan lebih dulu lewat gol Karim Ansarifard saat menit ke-34.
Itu baru bisa disamakan lewat gol yang dicetak Marcus Rashford saat menit ke-53.
“Itu adalah kurangnya kepercayaan yang besar, seolah-olah mereka mengatakan kepada City bahwa anda lebih baik dari kami," kata dia.
"Mereka tidak mengikuti rencana itu, saya yakin Ten Hag punya rencana seperti yang dia miliki saat melawan Arsenal dan Liverpool dan saya pikir mereka melupakan segalanya karena mereka takut. Itu seperti rencana itu keluar dari jendela karena mereka melihat City. dan berkata, 'orang-orang itu adalah monster, mereka bukan manusia',".
"Tidak ada yang positif dari pertandingan itu, satu-satunya hal, setidaknya Anthony Martial masuk dan mencetak dua gol, dia kembali dari cedera, jadi itu satu-satunya," tambahnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Patrice-Evra-MU.jpg)