Berita Karanganyar Terbaru

Geger Temuan Mayat di Klodran Colomadu, Ternyata Pria Usia 80 Tahun: Diduga Terpeleset 

Temuan mayat di Klodran, Colomadu, Karanganyar membuat geger warga sekitar. Mayat tersebut adalah sosok pria usia 80 tahun yang diduga terpeleset.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Geger penemuan mayat pria usia 80 tahun di Klodran, Colomadu, Karanganyar. Korban diduga tewas karena terpeleset dan dibawa menggunakan ambulans. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Warga Perumahan Klodran Indah 01, 02, Klodran, Colomadu digegerkan dengan penemuan mayat di kawasan tersebut, Minggu (9/10/2022). 

Korban adalah A Dariyanto (80) warga kampung Tegalsari, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Kota Solo. 

Dia ditemukan tewas di bahu jalan Perumahan Klodran Indah 01, 02.

Hendri warga sekitar menceritakan korban pertama kali diketahui oleh seorang asisten rumah tangga (ART).

Saat itu, sekira pukul 16.30 WIB ART tersebut melihat sesosok pria tua yang tengkurap di bahu jalan di atas pondasi saluran irigasi.

"Dia lalu memberitahukan majikannya. Dan saya kebetulan juga ada," jelasnya saat ditemui TribunSolo.com di lokasi kejadian.

Temuan laki-laki yang dalam kondisi tak sadarkan diri itu pun langsung dilaporkan ke aparat kepolisian.

Petugas kepolisian datang bersama tim medis dan relawan.

Pemeriksaan terhadap tubuh korban kemudian dilakukan.

Baca juga: Pria Muda di Sragen Ditemukan Sudah Jadi Mayat, Keheningan Malam Hari Mendadak Berubah Jadi Gempar

"Tadi ada luka pada bagian kepala. Tapi bukan dugaan penganiayaan. Melainkan karena terbentur tembok talud saluran irigasi," jelasnya.

Dari hasil olah TKP, ditemukan sepeda motor korban yang terparkir di halaman parkir rumah makan yang ada di barat lokasi kejadian.

Polisi pun langsung melacak pemilik sepeda motor Honda Revo AF 3397 IH itu.

"Akhirnya diketahui identitasnya. Dan polisi kemudian menghubungi keluarganya," tambahnya.

Giyarto salah satu keponakan korban mengaku keluarga menolak untuk dilakukan otopsi pada jenazah korban.

Korban diduga terjatuh saat akan kembali usai membersihkan kebun pisang milik majikannya.

"Jadi pas mau lompati saluran air. Diduga terpeleset lalu terbentur," jelasnya.

Jenazah korban diminta untuk langsung dibawa ke rumah duka yang selanjutnya akan di makamkan.

"Anaknya juga menolak untuk dilakukan autopsi," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved