Liga Inggris

Kritik Ballack buat Pelatih Chelsea Graham Potter : Kai Havertz Bisa Jadi Striker

Michael Ballack kini telah muncul untuk memberi kecaman terhadap keputusan pemilik Chelsea saat ini, Todd Boehly.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / AFP
penampilan Kai Havertz saat laga liga Champions Juventus vs Chelsea di Allianz Stadium, 29 September 2021. (Giuseppe Maffia/NurPhoto/AFP) 

TRIBUNSOLO.COM - Michael Ballack kini telah muncul untuk memberi kecaman terhadap keputusan pemilik Chelsea saat ini, Todd Boehly.

Pria Jerman tersebut mengecam keputusan Boehly yang memecat Thomas Tuchel dari kursi manajer Chelsea.

Setelah memecat Tuchel, Boehly kemudian menunjuk Graham Potter.

Menurut Ballack, itu sebagai keputusan yang 'sulit untuk dipahami'. 

“Saya terkejut dengan pemecatan itu. Bagi saya itu tidak bisa dimengerti ketika seorang pelatih diberhentikan begitu cepat," kata Ballack kepada Bild dikutip dari The Sun.

“Terutama karena Tuchel sukses besar seperti memenangkan Liga Champions. Anda dapat melihat bahwa pemilik baru membawa filosofi baru dengan pemahaman ide yang baru,".

Baca juga: Jeda Piala Dunia, Arsenal Tak Hanya Berlatih di Dubai, Tapi Juga Uji Kekuatan Sama AC Milan

Baca juga: Piala Dunia 2022 : Kans Umtiti Bela Prancis di Qatar Terbuka Lebar! Tapi Deschamps Beri Satu Syarat

"Setiap orang memiliki orangnya sendiri yang ingin mereka andalkan, jadi mereka melakukan hal yang sulit dengan pelati,".

“Kita harus melihat apakah itu berhasil dalam jangka panjang. Saya percaya bahwa Anda harus mendekati klub yang sukses dan besar seperti itu dengan hati-hati. Chelsea tidak membutuhkan pergolakan. Boehly melakukannya secara berbeda sekarang dengan elbow mentality," tambahnya.

Selain memberikan kritikan terhadap Boehly, Ballack juga memberi kritikan terhadap Potter.

Menurutnya, Potter belum bisa menampilkan potensi terbaik dari Kai Havertz.

“Kai telah membuktikan, bahkan sebelumnya dengan Chelsea, bahwa dia dapat mengisi peran striker dengan baik," ujar dia.

“Sayang sekali, karena saya melihatnya dalam sistem yang ideal untuknya di belakang striker. Di sana dia bisa memanfaatkan kualitasnya dengan lebih baik,".

“Itu berarti Havertz mungkin tidak akan bersinar sebanyak yang dia lakukan di belakang pemain top,".

"Anda harus tahu itu dan itu harus dikomunikasikan oleh pelatih bahwa dia akan membantu dalam serangan," tambahnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved