Berita Solo Terbaru

Gibran Tolak Jalankan Instruksi Jokowi soal Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas, Siap Terima Sanksi

Instruksi Presiden Jokowi yang meminta kepala daerah memakai mobil listrik, ditentang oleh anaknya sendiri, yakni Wali Kota Solo Gibran Rakabuming.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, beserta ayahnya, Presiden RI Joko Widodo. Gibran menolak instruksi presiden soal kepala daerah menggunakan mobil listrik. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Presiden Jokowi telah menerbitkan Instruksi Presiden no 7 tahun 2022, dimana Kepala Daerah diminta memakai mobil listrik sebagai kendaraan dinas.

Tapi, tak semua kepala daerah menjalankan Inpres itu.

Yang menarik, salah satu yang menolak menjalankan adalah anak dari Jokowi sendiri yakni Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
 

Baca juga: Alasan Gibran Masih Pilih Toyota Innova Ketimbang Mobil Listrik : Anggaran untuk Pembangunan Dulu

Gibran merasa, hal itu bukan prioritas untuk dilakukan.

"Timbang tuku mobil mending bangun pasar (Daripada beli mobil lebih baik membangun pasar). Kumpul Apeksi karo Bupati Walikota lain kan wis do persiapan. Ganti listrik kabeh," jelasnya saat ditemui TribunSolo.com, Senin (31/10/2022).

Gibran menginginkan anggaran yang ada dimaksimalkan untuk membangun fasilitas publik.

Bahkan, putra sulung Presiden Joko Widodo itu pun tidak takut kena sanksi teguran.

"Yo ora popo (ya tidak apa-apa), siap disanksi," terangnya.

Menurutnya, Toyota Kijang Innova yang kini menemaninya sudah cukup untuk menjalankan tugas sehari-hari sebagai Wali Kota.

Baca juga: Jokowi Teken Inpres Mobil Dinas Listrik, Ternyata Ganjar Pranowo Sudah Beli Satu Unit untuk Contoh

Sedangkan mobil listrik saat ini masih sangat menguras anggaran.

Satu unit saja, untuk Hyundai Ioniq 5 misalnya, ditaksir Rp 748 juta.

Ia juga menegaskan ini bukan persoalan lebih suka mobil listrik atau pun mobil BBM.

"Bukan lebih senang bensin. Anggaran untuk warga dulu. Seko awal emang ora niat tuku (Dari awal memang tidak niat beli)," tegasnya.

Menurutnya, anggaran untuk membeli mobil listrik bisa dialokasikan untuk kepentingan publik.

Baca juga: Jokowi Siapkan Inpres Penggunaan Mobil Listrik di Pemerintahan, Gibran Singgung soal Anggaran

Mulai dari membangun pasar, mengaspal jalan, sampai membangun taman cerdas.

"Itu lumayan untuk pengaspalan jalan. Untuk bikin even budaya," ungkapnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved