Berita Persis Solo
Soal 2 Versi Hari Ulang Tahun Persis Solo: Manajemen Mulai Pengarsipan Data Sejarah dan Buka Diskusi
Manajemen Persis Solo saat ini berusaha untuk menelusuri jejak sejarah soal ulang tahun Persis Solo. Sebab, selama ini ada dua versi.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perihal hari kelahiran Persis Solo masih belum ada kesepakatan bersama sampai usia klub menginjak ke-99 tahun.
Ada dua versi yang diyakini sebagai hari kelahiran Persis Solo, yakni 30 Maret 1923, dan 8 November 1923.
Keyakinan bila Persis Solo sudah ada sejak 30 Maret 1923 itu didasarkan pada pemberitaan yang ada di surat kabar Darmo Kondho edisi 31 Maret 1923.
Dalam surat kabar tersebut, Raden Ngabehi Reksohadiprojo, Sutarman, dan Sastrosaksono membentuk VVB, nama awal Persis Solo.
Tak sampai sebulan, dari surat kabar yang sama, mencatat adanya keiikutsertaan klub-klub internal VVB dalam laga amal melawan klub asal Jogja dan Semarang.
Itu bisa dilihat dalam Darmo Kondho edisi 7-13 April 1923.
Sementara keyakinan hari kelahiran Persis Solo saat 8 November 1923 pun punya dasarnya.
Tanggal tersebut didasarkan pada peresmian VVB oleh pemerintah kolonial Belanda.
Nah, demi untuk memastikan waktu hari kelahiran Persis Solo, manajemen klub saat ini sudah melakukan langkah awal.
Baca juga: Alasan Persis Solo Baru Umumkan Leonardo Medina : Kita Berbelasungkawa Tragedi Kanjuruhan
Mereka sudah melakukan langkah pengarsipan sejumlah bukti sejarah tentang hari kelahiran Persis Solo.
"Jadi, kayak beberapa dokumen dan file-file terkait penyusuran sejarah, kita kumpulkan lagi," ucap Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona.
"Jadi, mungkin dalam waktu dekat akan ada diskursus soal hari jadi Persis," tambahnya.
Diskursus tersebut, dikatakan Bryan, akan melibatkan suporter Persis Solo dan pegiat sejarah.
Dari situ diharapkan ada kesepakatan bersama perihal hari kelahiran Persis Solo.
Terlebih, orang-orang yang meyakini 30 Maret ataupun 8 November memiliki alasan kuat atas keyakinannya.
"Dari teman-teman dan kita ada kesepakatan bersama, dengan dasar apa, dan pada bulan mana," ucap Bryan.
"(Jadi) setelah diskursus itu ada satu keputusan yang bisa jadi pegangan klub dan disepakati sama temen-temen juga," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Fans-cilik-Persis-Solo-memegang-bendera-berwarna-campuran-hitam-mera.jpg)