Tribun Solo Wiki

Biodata Dr. dr. H. R. Soeharto, Pahlawan Nasional Asli Klaten, Dokter Pribadi Keluarga Soekarno

Selama pendudukan Jepang, dirinya menjadi dokter pribadi keluarga Soekarno sekaligus partner perjuangan. 

ist
Biodata Dr. dr. H. R. Soeharto 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dr. dr. H. R. Soeharto Mayor Jenderal Kehormatan merupakan tokoh yang memiliki sumbangsih besar bagi perjuangan dan pembangan bangsa dari sejak masa pergerakan nasional, masa revolusi hingga masa kemerdekaan. 

Di masa pergerakan Soeharto adalah pengurus besar Jong Java dan Jong Islamieten Bond yang aktif memperjuangan menanamkan nilai nasionalisme melalui kebudayaan dan juga menguatkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dengan berpartisipasi dalam kongres-kongres pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda 1928. 

Baca juga: Biodata Munarso, Kepala Sekolah SMAN 6 Surakarta, Punya Cara Jitu Agar Siswa Suka Matematika

Selama pendudukan Jepang, dirinya menjadi dokter pribadi keluarga Soekarno sekaligus partner perjuangan. 

Menjadi orang yang merawat kesehatan Soekarno saat sakit malaria menjelang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. 

Beliau juga memfasilitasi Soekarno dan para tokoh perjuangan dalam membahas strategi perjuangan 
di rumah pribadinya. 

Mendampingi Soekarno, Mohammad Hatta, dan KRT Radjiman Wediodiningrat dalam sebuah penerbangan maut ke Saigon dalam suasana perang pasifik untuk memperjuangkan upaya Indonesia mewujudkan PPKI di dalam naungan rezim militer Jepang.

Kemudian di tahun 1946, saat ibu kota RI dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta, Soeharto ikut serta hijrah mendampingi Sukarno dan Hatta sebagai dokter pribadi mereka. 

Ia juga membantu kelahiran Megawati Sukarno Putri (kemudian menjadi Presiden RI ke-4) dan Meutia 
Hatta. 

Selama periode revolusi kemerdekaan, Soeharto dipercaya memimpin Fonds Kemerdekaan Indonesia (kemudian menjadi Fonds Perang dan Fonds Nasional) untuk membiayai perjuangan kemerdekaan. 

Dalam kiprahnya, Soeharto juga sempat ditugaskan menghimpun dana untuk mendirikan BNI 1946 sebagai bank sentral Republik Indonesia di masa perjuangan. 

Kemampuannya mengelola administrasi keuangan kemerdekaan, membawanya untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Administrasi Militer Pusat dengan gelar militer kehormatan. 

Soeharto tercatat sebagai panitia pendirian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang dipercaya mengelola dana bagi pembangunannya dan pembiayaan pada masa-masa awal universitas mulai dioperasikan.

Demikian juga pendirian Masjid Istiqlal Jakarta, Monumen Nasional (Monas) dan pendirian Sarinah sebagai simbol ekonomi berdikari tidak luput dari kontribusi penting Soeharto dalam perjuangan pengumpulan dananya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved