Berita Solo Terbaru

Enaknya Jadi ASN Pemkot Solo, Akan Dibangunkan Perumahan di Kota Solo, Boleh Ngangsur 40 Tahun

Gibran menyoroti banyaknya ASN di Kota Solo yang bertempat tinggal di luar Solo. Bahkan di ruangannya, hanya dirinyalah yang ber-KTP Solo

Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin
PT. Taspen bersama dengan Bank Jateng dan Pemerintah Kota Solo melakukan kesepakatan bersama di ruangan Lobi Wali Kota Solo. Kesepakatan ini terkait hunian murah bagi ASN Solo yang memiliki waktu cicilan hingga 30-40 tahun 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Harga properti di Kota Solo yang semakin menanjak naik membuat banyak orang memilih tinggal di kabupaten sekitar, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Solo.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bahkan mengungkapkan, ia satu-satunya di ruangannya yang ber-KTP Solo.

"Di ruangan saya ini yang KTP Solo cuma saya," ungkapnya saat penandatanganan kerjasama, Kamis (10/11/2022).

Baca juga: Disebut Layak Jadi Cawapres Anies oleh Rocky Gerung, Gibran : Ngawur Tenan

Di kesempatan itu, PT. Taspen bersama dengan Bank Jateng dan Pemerintah Kota Solo melakukan kesepakatan bersama di ruangan lobi Wali Kota Solo untuk membangun hunian ini.

Menurutnya, masih banyak ASN yang menempuh jarak cukup jauh setiap hari untuk menuju ke tempat ia berdinas.

"Yang jelas kita ingin mendekatkan para ASN dimana tempat mereka berdinas," tuturnya.

Bahkan kegiatan commuting ini sempat viral.

"Seperti yang kita tahu banyak sekali ASN di luar Solo. Kemarin yang sempat viral ASN yang commute dari Jogja menggunakan KRL. Banyak sekali. Pakai BST, KRL, banyak," terangnya.

Ide untuk membangun hunian ini disambut baik oleh PT. Taspen dan Bank Jateng.

Baca juga: Makan Bersama Ganjar Pranowo, Gibran Mengaku Tak Ada Obrolan Politik, Hanya Soal Ekspor ke Paris

"Alhamdulillah disambut baik Pak Direktur Taspen. Disambut baik Pak Direktur Bank Jateng. Dan akhirnya tercetus ide membuat hunian khusus ASN," jelasnya.

Direktur Utama PT. Taspen Antonius Nicholas Stephanus Kosasih menambahkan, ada dua tipe hunian yang ditawarkan dalam program ini. 

Di antaranya hunian vertikal dan rumah tapak.

Dengan DP 0 persen mereka bisa mencicil sekitar Rp 2 juta per bulan dengan jangka waktu 30-40 tahun bahkan saat memasuki masa pensiun.

"Karena pembiayaan jangka panjang, mungkin kalau dibayar cash tinggi, kalau dicicil bisa dikatakan murah," terangnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved