Tribun Solo Wiki

Biodata Agus Triadmodjo, Penjamas Asal Keraton Solo: Pernah Jamasi Keris Kiai Tengara Milik Jokowi

Panggilan ayahnya untuk pulang ke Solo dan mengabdi ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memantik RM Agus Triadmodjo untuk belajar soal keris.

TribunSolo/Adi Surya
Penjamas, RM Agus Triadmodjo melakukan proses susilaning nglolos dhuwung untuk keris milik Presiden Jokowi, Kiai Tengara di Museum Keris Solo, Jumat (11/11/2022) 
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Panggilan ayahnya untuk pulang ke Solo dan mengabdi ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memantik RM Agus Triadmodjo untuk  belajar soal perkerisan.
Itu terjadi saat tahun 1997, tepatnya setelah agus menyelesaikan studinya di Fisip Universitas Diponegoro Semarang. 
"Saya diminta ayahanda untuk ikut suwita (mengabdi) di keraton jadi abdi dalem," kata Agus kepada TribunSolo.com, Jumat (11/11/2022). 
"Diminta pulang tidak boleh keluar dari Solo. (Jadinya) setelah kuliah selesai masuk ke keraton jadi abdi dalem," imbuhnya. 
Saat memenuhi panggilan dan permintaan ayahnya, Agus menemui pergulatan hati.
Bagaimana tidak, dia saat itu belum memiliki wawasan dan pengetahuan yang baik terkait budaya Jawa, khususnya soal perkerisan. 
Ditambah, Agus diwarisi keris peninggalan kakeknya, keris jangkung luk 3 tangguh Majapahit. 
"(Saat itu dalam diri saya)' saya jadi abdi dalem, pakai pakaian Jawa, bawa keris kalau ditanyai soal keris (yang dibawa) terus tidak tahu, lalu bagaimana?', dari situlah saya mulai belajar," ucap dia.
Pria kelahiran Solo, 11 Agustus 1965 itu kemudian belajar dari para sesepuh dan berbagai literasi soal keris dan cara menjamasi. 
Dia pun kemudian mendapat kesempatan untuk menjamasi sendiri keris peninggalan kakeknya. 
Itu menjadi keris pertama yang dia jamasi sekaligus menjadi upayanya untuk merawat warisan sang kakek.
Setelah itu, perlahan-lahan, Agus membuka jasa untuk menjamasi pusaka di rumahnya yang berada di kawasan Gentan, Kabupaten Sukoharjo
Itu dimulainya tahun 1999. Namun itu hanya bertahan lebih kurang 4 tahun atau cuma sampai tahun 2003. 
Di tahun itu, Agus memutuskan untuk berhenti menerima permintaan jamasi pusaka milik umum. Dia hanya akan menjamasi pusaka bila dirinya ingin melakukannya. 
Dia memilih untuk memberikan permintaan tersebut ke temannya yang kebetulan sudah diajarinya. 
Setelah itu, Agus memutuskan untuk fokus mengabdi ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. 
Dia kemudian masuk ke komunitas keris yang bernama Pasoepati dan menjadi salah satu pengurusnya di tahun 2011.
Dua tahun berselang, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kemudian mendapat ide untuk mendirikan Museum Keris. 
Itu digagas saat pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - FX Hadi Rudyatmo, tepatnya saat tahun 2013. 
"Organisasi dan paguyuban keris di Solo Raya diminta untuk bergabung sebagai stakeholder perkerisan sehingga bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kota," ucap dia.
Dari situ kemudian muncullah paguyuban Bawa Rasa Tosan Aji Surakarta atau Bratasura.
Itu gabungan dari beberapa paguyuban keris yang ada di Solo Raya. 
"Tugas kita mengawal ide pembuatan museum, dan beberapa personel ditugasi Pemkot untuk ditunjuk menjadi dewan kurator di Museum Keris Surakarta," kata Agus.
Kurator tersebut bertugas menerima hibah keris dan pusaka dari masyarakat yang nantinya akan jadi museum keris.
Hibahan pusaka kemudian diidentifikasi kurator sebelum akhirnya masuk menjadi koleksi Museum Keris Solo. 
Adapun kurator Museum Keris Solo diisi oleh lebih kurang 20 orang. 
Mereka kemudian melaporkan hasil akhir identifikasi pusaka tahun 2018.
Agus kini mendapat kesempatan untuk ikut ke dalam proses jamasan pusaka Museum Keris Solo dalam rangka peringatan hari Pahlawan Nasional. 
Keris milik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kiai Tengara menjadi salah satu yang dijamasi olehnya.
Berikut biodata Agus Triadmodjo:
Nama : Agus Triadmodjo
Tempat, Tanggal Lahir : Solo, 11 Agustus 1965
Riwayat Pendidikan : 
1. SD Kasatrian Baluwarti Surakarta
2. SMP N 2 Semarang
3. SMA N 1 Semarang
4. FISIP UNDIP Semarang
(*)
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved