Berita Karanganyar Terbaru

Golput Tinggi di Pilkades Serentak, Ketua DPD II Golkar Karanganyar Bakal Evaluasi untuk Pemilu 2024

Ilyas meminta tingginya angka golput di Pilkades Serentak Karanganyar ditelusuri penyebabnya

TribunSolo.com/Dok Humas Polres
Panitia Pilkades di Desa Ngadiluwih melakukan perhitungan suara di Balai Desa Ngadiluwih, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Rabu (9/11/2022) sore. Pilkades berjalan lancar dan aman. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Masih tingginya angka golput alias tidak menggunakan hak pilih dalam Pilkades Serentak di Kabupaten Karanganyar disorot Ketua DPD II Golkar Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani.

Putra Bupati Karanganyar Juliyatmono itu menyesalkan tingginya angka golput di Pilkades 2022 itu.

Ilyas mengatakan bakal menjadikan situasi tersebut bahan evaluasi demi suksesnya Pemilu 2024 mendatang. 

"Itu (pemilih tak hadir) perlu dicari akar permasalahan dan solusi, apakah karena faktor kesibukan karena memang coblosannya di hari kerja, ataukah akibat sistem pemungutan suara dianggap ribet," ucap Ilyas kepada TribunSolo.com, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Angka Partisipasi Pemilih Pilkades di Dua Desa di Colomadu Karanganyar Rendah, Diduga Pilih Bekerja

Ilyas berharap hasil evaluasi tersebut bisa diterapkan untuk pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 nanti.

Dia meminta panitia pemilu 2024 membuat sistem yang lebih baik agar memaksimalkan partisipasi pemilih.

"Sehingga kedepannya, evaluasi itu nantinya apakah bisa panitia pemilu 2024 membuat sistem menjadi lebih baik agar memaksimalkan partisipasi pemilih," ujar Ilyas.

Dia mengatakan KPU selaku penyelenggara pemilu 2024 perlu menelaah situasi di Pilkades kemarin. 

Sebab besar kemungkinan tanggal pemungutan suara pemilu legislatif dan kepala daerah dilakukan pada hari aktif bekerja.

"Contohnya di negara Amerika sudah menggunakan e voting, tanpa perlu datang ke lokasi pemungutan untuk nyoblos," kata Ilyas.

Baca juga: Hasil Pilkades Karanganyar 2022 di Desa Ngijo: Suwarso Menang Telak, Kalahkan Sang Istri 

Memberikan suara saat pemilu disebutnya merupakan hak warga negara Indonesia. 

Ia menjelaskan suara dari warga negara menentukan arah ke depan Indonesia menuju lebih baik. 

"Demokrasi ini bahtera besar, butuh dinahkodai secara tepat," tutur Ilyas.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved