Berita Wonogiri Terbaru

Antisipasi Lahan Pertanian Sering Diserang Kera, Warga Desa Ngambarsari Tanam Ribuan Bibit Buah

Serangan kera di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah meresahkan warga. Warga berupaya melakukan antisipasi dengan cara menanam buah.

Istimewa/Kades Ngambarsari
Penanaman bibit buah oleh warga Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Warga Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah melakukan penanaman ribuan bibit buah di hutan sekitaran desa setempat pada Sabtu (12/11/2022).

Penanaman itu dilakukan sebagai jalan tengah permasalahan lahan pertanian warga yang kerap menjadi sasaran serangan kera ekor panjang yang mencari makan.

Kades Ngambarsari, Fitri Hanany, mengatakan, serangan kera ekor panjang itu seringkali menyasar lahan warganya. Tanaman milik warga hampir ludes ketika diserang.

"Misalnya jagung itu harus ditunggui terus dari pagi sampai sore supaya tidak diserang kera. Misal ada lelayu terus ditinggal pergi, bisa kecolongan satu kedok," kata dia, kepada TribunSolo.com, Minggu (13/11/2022).

Menurutnya, kera ekor panjang mulai menyerang lahan pertanian warga sejak tahun 2005 lalu. Sejumlah upaya telah dilakukan namun populasi kera masih banyak.

Saat ini, sangat jarang warganya yang menanam jagung karena harus menunggui agar tidak diserang. Banyak warganya beralih menanam empon-empon.

Berdasarkan koordinasi yang dilakukan bersama Perhutani, kata dia, diduga kera kehabisan sumber pangan di hutan sehingga pihaknya melakukan penanaman bibit buah di hutan.

"Ada sekitar 1.100 warga yang ikut berpartisipasi, masing-masing warga bawa tiga sampai empat bibit. Ada murbei, kelapa, talok dan lain sebagainya. Semua pihak gotong royong kemarin," jelasnya.

Baca juga: Erupsi Merapi 2010 Jadi Awal Teror Geng Kera ke Warga Gobumi di Boyolali : Turun Gunung Cari Makan

Adapun bibit buah yang ditanam itu didapatkan dari sejumlah pihak misalnya BPBD dan Perhutani. Bibit yang ditanam itu diantaranya mangga, alpukat, jambu, rambutan hingga jambu mete.

Dia memastikan, pihaknya bukan hanya menanam bibit saja, melainkan juga akan melakukan perawatan setiap bulannya, termasuk di musim penghujan ini.

"Menanam kan mudah, yang sulit merawatnya kan," ujar Kades.

Dia berharap, penanaman bibit buah itu bisa memberikan sumber makanan di hutan untuk kera, sehingga tidak terjadi lagi konflik dengan warga sekitar.

"Kita harapkan nanti bibit yang ditanan bisa tumbuh subur. Kera jadi punya bahan makanan sendiri dan tidak lagi ke lahan pertanian," tandas dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved