Berita Wonogiri Terbaru

Uji Coba Pembayaran Belanja Pakai QRIS di Car Free Sunday Wonogiri, Ada Pedagang yang Masih Bingung

Pedagang di Car Free Sunday Wonogiri mulai melakukan uji coba pembayaran menggunakan QRIS. Hal ini agar pedagang bisa beradaptasi dengan teknologi.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Uji coba pembayaran menggunakan QRIS di CFS Wonogiri, Minggu (13/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Pedagang di Car Free Sunday (CFS) Wonogiri mulai melakukan uji coba pembayaran menggunakan response code indonesia standar (QRIS) pada Minggu (13/11/2022).

Ketua Paguyuban Pedagang CFS, Aswin Asmoro Ady, mengatakan, uji coba tersebut dilakukan sebelum nantinya dilakukan launching penggunaan QRIS seminggu mendatang.

"Kita coba mensosialisasikan ke pedagang dan pembeli dahulu. Pelaksanaan riilnya Minggu depan tanggal 20 November," kata dia, kepada TribunSolo.com.

Dia menjelaskan, dari sekitar 450-an pedagang disana beberapa diantaranya sudah menyediakan barcode pembayaran menggunakan QRIS.

Pihaknya mengaku mendapatkan support dari dua bank.

Aswin tak memungkiri ada sejumlah kendala dalam penggunaan QRIS di CFS, misalnya banyak pedagang maupun pembeli yang belum melek teknologi karena usia.

"Tetap menjadi kendala, QRIS kan teknologi, tujuannya mempermudah. Beberapa kendala tentu saja ada, terutama bagi pedagang yang sudah sepuh," jelasnya.

Menurutnya tak sedikit pedagang di CFS yang merupakan pedagang gendongan, sehingga memerlukan waktu untuk adaptasi penggunaan QRIS itu.

Dia optimis penggunaan QRIS di CFS Wonogiri bakal berjalan dengan baik, hanya saja memerlukan waktu agar pedagang dan pembeli mulai terbiasa melakukan pembayaran non tunai.

Baca juga: Daftar 12 Pasar di Solo yang Terapkan Pembayaran Non-Tunai: Bisa Bayar Pakai OVO, Gopay, Qris, dll

"Di beberapa tempat tadi sudah ada yang menggunakan. Respon pembeli juga positif karena di tempat lain kan sudah ada, misalnya berbelanja di toko modern," ujar dia.

Disisi lain, Aswin mengatakan ada sejumlah keuntungan menggunakan pembayaran non tunai, misalnya pedagang tidak perlu memberikan uang kembalian yang biasanya memakan waktu.

Selain itu, kontak tangan antara pedagang dan pembeli saat bertransaksi juga bisa diminimalisir.

Terlebih, kata dia, di masa pandemi Covid-19 yang belum hilang.

"Risikonya kan sekarang uang palsu juga banyak sekali saat ini. Saya kemarin juga termasuk korban uang palsu tapi tidak sadar, ketahuan pas sudah di rumah," kata Aswin.

Lebih jauh dia berharap dengan penggunaan QRIS di CFS Wonogiri, transaksi pedagang-pembeli akan lancar sehingga pelayanan ke pelanggan lebih cepat.

"Teknologi ini ada untuk mempermudah kita jika penggunaan tepat sasaran. Kalau tidak dimulai sekarang kita ketinggalan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved