Tribun Solo Wiki

Biodata Ki Gondo Wartoyo, Dalang Nyentrik Boyolali yang Pernah Viral Pentas di Atas Genting

Penggemar Wayang kulit tentu tak asing dengan Ki Gondo Wartoyo, Dalang Nyentrik, asal Dukuh Bulu, Boyolali.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TribunSolo/Tri Widodo
Biodata Ki Gondo Wartoyo, Dalang Nyentrik Boyolali yang Pernah Viral saat Corona. 
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Penggemar Wayang kulit tentu tak asing dengan Ki Gondo Wartoyo.
Iya, Dalang Nyentrik, asal Dukuh Bulu, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, itu punya cukup terkenal.
Perawakannya  memang kecil, tapi suaranya sangat nggandem (menggelegar).
Kepiawaiannya dalam menyabetkan wayang kulit pun cukup lincah.
Tak jarang, penonton pun dibikin terperangah dengan aksinya dalam memainkan wayang kulit itu.
Belum lagi saat musim Corona lalu. 
Dalang Wartoyo kerap membuat aksi-aksi nyentrik karena tak bisa nggelar kelir sebutan pentas wayang kulit.
Mulai dari pentas di wayang climen di tengah sawah, pentas di atap rumah hingga aksi ngepruki gamelan di jalan.
Semua itu dilakukan supaya, para seniman bisa pentas lagi.
Bahkan, saking lamanya tak bisa pentas, Wartoyo pun harus rela 'ngamen' dengan menggelar wayang climen di lokasi-lokasi tertentu.
Tapi, sekarang Corona sudah berlalu. Seniman bisa hidup lagi.
Tak terkecuali dirinya dan seluruh kru wayangnya, kini bisa menghirup udara segar.
Keahlian seni mendalang itu diperoleh Wartoyo dari garis keturunan.
Sejak dari eyang buyutnya hingga ayahnya semuanya dalang.
Sehingga Wartoyo mendapatkan ilmu perwayangan itu dengan belajar langsung dari para pendahulunya itu.
" Saya tidak sekolah (dalang) mas. Belajar otodidak," jelasnya kepada TribunSolo.com, Minggu (13/11/2022).
Laki-laki kelahiran Boyolali, 8 September 1979 mengaku sejak belia, dia sudah akrab dengan Wayang kulit.
Dia kerap memperhatikan atau ikut ayahnya atau kakeknya memainkan wayang.
Baik saat latihan, maupun pentas langsung yang tak jarang juga melibatkan dirinya.
Tak salah, jika sejak kelas 5 SD, Wartoyo sudah mampu memainkan wayang kulit dengan lancar.
Bahkan, beberapa kali dia juga pernah mengikuti festival dalang bocah.
" Kalau saat SD ini tidak ada yang ngejob (meminta Pentas). Baru setelah SMP kelas 2 mulai  banyak yang  nanggap saya," ujarnya.
Sekitar tahun 1992 itu, Wartoyo mulai pentas dari panggung ke panggung, sebagai dalang remaja, yang saat itu baru kelas 2.
Wartoyo yang telah menamatkan SMP 3 Colomadu, Karanganyar itu memang tak melanjutkan pendidikan formal ke tingkat SMA atau sederajat.
Dia lebih memilih mendalami ilmu agama dan melakukan tirakat dibawah bimbingan KH. Hasa Asy'ari, Ngablak, Magelang.
Selama 7 tahun, Wartoyo menimba ilmu dengan kyai yang kerap disapa Mbah Mangli itu.
Selama 7 tahun itulah, Wartoyo banyak melakukan tirakat-tirakat. 
Mulai dari Puasa sunah hingga jalan kerap jalan kaki dari Kota Magelang hingga Dukuh Mangli, yang ada di Ngablak, Magelang.
Meski begitu, Wartoyo juga masih kerap mendalang sewaktu ada tanggapan.
" Saat mondok itu, saya banyak melakukan tirakat-tirakat," ujarnya.
Wartoyo mengaku sebagai dalang, cukup dekat dengan hal-hal mistis yang akan menunggu pentasnya.
Dia pun pernah mendapat serangan ghaib agar Pentas wayang kulitnya kacau balau.
Mendapatkan serangan itu, Wartoyo pun langsung melakukan upaya agar serangan itu mental.
Berbekal ilmu yang dia dapatkan selama mondok, diapun bisa mementahkan serangan itu.
" Itu terjadi sekira tahun 2005. (Terjadi) Sebelum Pentas.Saya langsung sholat kemudian baca Yasin 7 kali. Akhirnya kami bisa pentas dengan selamat," pungkasnya. (*)
Nama: Ki Gondo Wartoyo
Tempat tanggal lahir: Boyolali, 8 September 1979.
Alamat: Dukuh Bulu, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali
Isteri 2: - Rahmawati
- Marsiatun 
Anak 7
(*)
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved