Berita Karanganyar Terbaru

Ini Tradisi di Karanganyar, Pelajar yang Lolos PTN Langsung Dapat Hadiah Rp 2,5 Juta

Pelajar SMA asal Kabupaten Karanganyar yang berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), akan mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 2,5 juta.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Suasana uji keterampilan SBMPTN 2018 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ada tradisi di Kabupaten Karanganyar yang ditunggu-tunggu para pelajar.

Tradisi itu adalah hadiah uang tunai bagi mereka yang berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri atau PTN.

Baca juga: Seleksi Mahasiswa Baru di PTN Berubah, Rektor UNS : Gunakan Penalaran, Jalur Skolastik Lebih Sulit

Pelajar SMA asal Kabupaten Karanganyar yang berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), akan mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 2,5 juta.

Tradisi ini sudah berjalan sejak 2014.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, tujuan pemberian penghargaan tersebut agar para lulusan sekolah dari Karanganyar mampu meningkatkan indeks pembangunan di Kabupaten Karanganyar.

Menurut Juliyatmono, selama sembilan tahun program berjalan, jumlah lulusan SMA/SMK/SMK atau sederajat asal Karanganyar yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta terus meningkat.

"Program ini akan dikembangkan ke pemberian pembuatan karya ilmiah level mancanegara," ucap Juliyatmono kepada TribunSolo.com, Senin (14/11/2022).

Juliyatmono mengatakan pemberian penghargaan tersebut juga akan dikembangkan ke bagi mahasiswa S1 yang melanjutkan pendidikan ke S2 dan S3. 

Kemudian, untuk penghargaan tersebut juga bakal tersedia untuk mahasiswa kurang mampu yang mengenyam pendidikan ke perguruan tinggi swasta.

"Ini diharapakn bisa memunculkan semangat untuk belajar setinggi-tingginya, angkatan muda kita akan melahirkan gagasan dan membuka kesempatan baru, untuk berpencar ke segala penjuru bumi untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi,"ungkap Juliyatmono.

Sementara itu, pengajuan penghargaan tersebut riskan dengan pratik curang oleh sejumlah oknum.

Untuk mencegah adanya praktik pungutan liar, layanan pencairan hadiah itu diubah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar.

Caranya, pengajuan dari yang awalnya bawa berkas fisik, kini wajib ke digital.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved