Berita Seleb

Korban Indra Kenz Menolak Disebut Pemain Judi, Tetap Bersikeras Minta Uang Mereka Dikembalikan

Ia menyayangkan putusan hakim yang seolah mengambil harta dan memfitnah para korban dengan dianggap bermain judi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Tribunnews
Korban Indra Kenz 

TRIBUNSOLO.COM - Para korban Indra Kenz mengklaim mereka telah ditipu oleh Indra melalui trading binomo.

Mereka menolak disebut pelaku judi yang kalah, bahkan sebutan judi merupakan fitnah.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Paguyuban Korban Binomo, Rob Situmorang.

Ia menyayangkan putusan hakim yang seolah mengambil harta dan memfitnah para korban dengan dianggap bermain judi.

“Kita cuman mau nyatakan bahwa kenapa kita difitnah begitu,"

"Udah harta dirampas oleh negara, kita difitnah judi,” kata Rob saat dihubungi, Selasa (15/11/2022).

Baca juga: Apakah Korban Binomo Bisa Dapatkan Aset Indra Kenz yang Disita Negara? Ini Kata Humas PN Tangerang

Diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dalam kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, Rahman Rajagukguk, mengatakan trading dalam platform Binomo sama dengan judi.

Hal itu disampaikan Rahman saat membacakan putusan dalam sidang kasus investasi bodong dalam platform Binomo yang melibatkan Indra Kenz.

"Para trader dalam platform Binomo adalah judi," kata Rahman di PN Tangerang, Senin (14/11/2022).

Atas dasar itu, majelis hakim sepakat memutuskan bahwa aset sitaan dari Indra Kenz dikembalikan ke negara.

Majelis hakim menilai, aset sitaan dari Indra Kenz tidak berhak dikembalikan kepada para korban dalam perkara ini, sebab para korban bersalah karena bermain judi.

Baca juga: Alasan Aset Kekayaan Indra Kenz Disita Negara dan Tak Dikembalikan kepada Para Korban Binomo

“Atas tidak melestarikan permainan judi maka barang bukti nomor 227 sampai dengan 288 (bukti barang dan harta yang disita dari Indra Kenz) sebagai aset negara maka harus dirampas untuk negara,” ujar Rahman.

Rahman menjelaskan, para korban dalam kasus Binomo dengan sadar telah bergabung dan ikut bermain trading di platform ilegal itu.

Terlepas apakah mereka bergabung melalui link referal Indra Kenz atau bukan, para korban dinilai sudah menyadari konsekuensi mengalami kerugian dan tindakan perjudian itu dilarang menurut aturan negara. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved