Berita Sragen Terbaru

DPRD Sragen : Deklarasi Anti Perundungan Tak Cukup Selesaikan Kasus Guru Rundung Siswi Tak Berjilbab

Deklarasi anti perundungan tidak menyelesaikan masalah perundungan yang terjadi kepada siswi di Sragen. Persoalan itu belum selesai di tingkat murid

Tribunsolo.com/Septiana Ayu Lestari
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sragen, Sugiyamto ditemui setelah audiensi dengan pihak sekolah SMAN 1 Sumberlawang membahas kasus perundungan yang dialami salah seorang siswi, Rabu (16/11/2022).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sragen, Sugiyamto meminta agar masalah perundungan di SMAN 1 Sumberlawang tidak hanya berhenti pada tingkat guru saja.

Dimana diketahui, Z (15) siswi kelas X itu mendapat perundungan yang dilakukan oleh guru matematika, Suwarno (54).

Z yang tidak berjilbab saat di sekolah dirundung, bahkan seolah-olah dipaksa untuk memakai jilbab di depan satu kelasnya. 

Hal itu membuat Z merasa tertekan dan bahkan tidak berani masuk sekolah.

Baca juga: Kasus Guru Rundung Siswi di Sragen Tak Berjilbab Jadi Sorotan Nasional, Kepsek Akui Kecolongan

Baca juga: Kondisi Siswi di Sragen yang Dirundung Guru Gegara Tak Pakai Jilbab : Tidak Berani Berangkat Sekolah

Maka dari itu, menurut Sugiyamto permasalahan ini juga harus menyelesaikan permasalahan psikis dan psikologis yang diterima oleh korban. 

"Jadi kami menyarankan, masalah ini bukan hanya selesai ditingkat guru, tapi juga selesai di tingkat murid," ujarnya kepada TribunSolo.com, Rabu (16/11/2022). 

Setelah permasalahan ini mencuat, mungkin masih ada beberapa siswa yang melakukan atau bahkan menyindir korban.

Sugiyamto menuturkan bahwa deklarasi anti perundungan yang digelar pihak sekolah pun belum cukup menuntaskan permasalahan ini. 

Itulah peran penting dari sekolah, agar kasus tersebut dapat benar-benar diselesaikan, tanpa buntut perundungan lagi. 

Baca juga: Ancaman Ganjar untuk Guru yang Rundung Siswi di Sragen: Dipecat Bila Terulang  

Baca juga: Ketakutan Kasusnya Dibawa ke Polisi, Guru yang Rundung Siswi di Sragen : Mohon Dimaklumi & Dimaafkan

"Mungkin ada 2,3 atau 4 yang masih mencibir dan lain sebagainya, masih ada orang yang menghina atau menyindir, dan hal itu harus segera diselesaikan oleh Bapak Ibu guru yang ada disana," terangnya. 

"Bukan hanya sebuah deklarasi anti bullying, tapi juga ada eksekusi ketemu langsung dengan siswa memberi tahu di masing-masing kelas segala permasalahan ini ditutup, tidak ada yang mencibir, soal tata budaya dan pakaian lagi," tambahnya. 

Sehingga dengan begitu, korban bisa dapat kembali ke sekolah dengan nyaman tanpa menerima perundungan lagi. 

Terkait sanksi yang mungkin diterima Suwarno, Sugiyamto mengatakan itu menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. 

"Terkait pantas tidaknya kena sanksi, itu nanti ada pemanggilan dari dinas provinsi, sanksi tentu ada sanksi di provinsi, karena dinas pendidikan disini hanya menaungi SMP dan SD saja, SMA-nya tidak," pungkasnya.

(*) 

 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved