Berita Klaten Terbaru

Hujan Deras Guyur Klaten, Talud di Lereng Bukit Kayuhan Jebol, Timpa Rumah Warga 

Curah hujan yang tinggi di Klaten pada Selasa Sore hingga malam menyebabkan salah satu talud di Dusun Kayuan Ambruk menimpa rumah warga.

Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Zharfan Muhana
Lokasi Talud yang ambrol di Klaten. Rabu (16/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun.Solo.com, Zharfan Muhana.

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Curah hujan yang tinggi di Klaten pada Selasa Sore hingga malam menyebabkan salah satu talud di Dusun Kayuan Ambruk menimpa rumah warga.

Itu dikarenakan derasnya air yang mengalir dari bukit Kayuan Dukuh Kayuan, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Rabu (16/11/2022).

Berdasarkan pantauan tim TribunSolo.com, talud di halaman rumah suratno (80) sepanjang 7meter dengan ketinggian 5meter ini ambruk sekitar 2 sampai 3 meter menimpa rumah Ngadiyem (80) dibawah talud.

Ngatimin (60), tetangga korban rumah longsor mengatakan kemarin hujan sangat deras hingga menyebabkan aliran air luber ke jalan pemukiman.

Baca juga: Tanggap Bencana Longsor, BPBD Klaten Gelar Simulasi Tanggap Bencana ke Warga Bometen

Baca juga: Tingkatkan Layanan Pelayanan, Disdukcapil Klaten Gelar Bimtek Sakura, Bimbingan Buat Operator Desa

"Kemarin hujan sangat deras dari habis magrib sampai malam, di selokan air sudah tidak menampung sehinga luber ke jalan, " ujarnya.

Ngatimin mengakaku sudah mencoba membendung aliran air agar tidak langsung meluber ke jalan, tapi karena aliran air dari atas begitu deras sehingga tidak mampu mengatasi aliran yang lansung turun.

"Kondisi penerangan yang kurang dan cuma sendiri jadi aliran air masih deras langsung kebawah lewat jalan, " kata dia.

Talud yang ambruk menimpa atap rumah Ngadiyem tepatnya di atas dapur, akibatnya lumpur tanah sebagian masuk kerumah dengan ketebalan 6-10cm sehingga diungsikan ke rumah saudaranya dan halaman dekat sumur juga tertutup tanah.

Sementara rumah Suratno pada bagian tiang teras rumah retak dan atap teras bergeser.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ismail Joko selaku telawan TRC-PB BNPB Kabupaten Klaten mengaku untuk lokasi amblesnya talud sudah diasesmen.

"Tadi sudah dilakukan asesmen data , talud ambruk akibat tanah disekitar talud sudah tidak kuat menampung debit air yang meluap sehingga terjadi longsor, " kata dia.

Pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak Pusdalops BNPB guna tindakan lebih lebih lanjut.

"Kebutuhan mendesak sudah disampaikan ke BPBD agar segera mengirimkan terpal untuk menutup longsor agar lokasi longsor tidak meluas ketika hujan lagi, " ujarnya.

Pihak TRC-PB juga sudah berkordinasi dengan pihak Rt dan Rw setempat akan segera membersihkan lokasi longsor segera. Juga memperingatkan 4 rumah di dekat lokasi agar waspada longsor susulan.

Diketahui jumlah titik longsor di Desa Krakitan sendiri total ada 3 titik longsor, yaitu di Sendang Ngeblak, Tlobong, dan Kayuan.

"Pihak Desa Krakitan dan relawan juga sudah menyiapkan Posko Darurat di Balaidesa jika dibutuhkan, " imbuhnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved