Berita Solo Terbaru

Teganya MAW, Cabuli 4 Anak Laki-laki, Bermula dari Grup Game Online dan Video Porno

MAW tega melakukan tindakan dugaan perbuatan cabul terhadap anak. Jumlah korbannya, yang diketahui sampai saat ini, hingga 4 orang anak laki-laki.

Penulis: Tribun Network | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Adi Surya
Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi menanyai MAW, tersangka kasus dugaan tindakan pencabulan terhadap anak di Mapolresta Solo, Rabu (16/11/2022). 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - MAW tega melakukan tindakan dugaan perbuatan cabul terhadap anak. 

Jumlah korbannya, yang diketahui sampai saat ini, hingga 4 orang anak laki-laki dengan usia 14 sampai 16 tahun. 

Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan tersangka melakukan tindakan tersebut mulai tahun 2021. 

Intensitas tersangka melakukan tindakan dugaan perbuatan cabul dengan tiap tersangka berbeda-beda. 

Ada yang dua kali dan ada yang sebanyak 4 kali. 

"Korban dan tersangka sudah saling mengenal," kata Iwan, Rabu (16/11/2022).

Baca juga: Update Lulu Hypermartket di Solo : Dibahas Presiden UEA dan Jokowi, Pembangunan Bakal Dikebut

Baca juga: Kisah Allufi, Remaja yang Rela Gowes 1.200 KM dari Banjarmasin ke Muktamar Muhammadiyah di Solo

Tindakan dugaan pencabulan terhadap anak yang dilakukan MAW bermula dari permainan game online. 

Tersangka dan korban sudah sering main bareng dari rentang waktu tersebut hingga akhirnya membuat grup. 

Dari grup tersebut, tersangka sering mengajak korban untuk bermain ke kosnya yang berada di sebuah kawasan Kota Solo

"Ada yang diajak untuk mengonsumsi minuman keras dan ada yang tanpa diajak mengonsumsi minuman keras," terang Iwan. 

Tidak sampai di situ, tersangka kemudian juga mempertontonkan video porno kepada para korban.

Tersangka kemudian melancarkan bujuk rayu setelah mempertontonkan video porno.

Bujuk rayu tersebut ditolak para korban. 

Namun, MAW kemudian melancarkan bujuk rayu lagi saat jeda menunggu match berikutnya.

Bujuk rayu tersangka kembali ditolak korban. MAW kemudian melakukan paksaan terhadap korban. 

"Dalam kondisi kalah tenaga, akhirnya korban tertimpa tindakan pidana ini dan berulang kali dua kali dan ada yang empat kali," ujar dia. 

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved