Berita Klaten Terbaru

Nasib Situs Yoni di Keprabon Klaten : Masih Dikunjungi Umat Hindu Meski Terdampak Tol Solo-Jogja

Umat Hindu masih kerap mengunjungi dan bersembahyang di Situs Yoni yang terletak di Desa Keprabon, Klaten. Padahal situs itu terdampak proyek tol

Tribunsolo.com/Zharfan Muhana
Kegiatan doa bersama di lokasi situs Yoni, Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (17/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana.

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kegiatan tilik situs Yoni di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten dilakukan oleh Komunitas Pemerhati Cagar Budaya (KPCB) Kabupaten Klaten, Kamis (18/11/2022). 

"Hari ini adalah agenda rutin menilik situs yoni yang kebetulan terkena proyek jalan tol, dan doa bersama dengan umat Hindu sekitar, " ujar Ketua KPCB Kabupaten Klaten, Wisnu Hendrata.

Situs Yoni di Desa Keprabon ini terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Solo-Yogyakarta.

Nantinya situs itu akan ada dibawah Jalan Tol Solo-Jogja yang sekarang sedang dalam tahap pengerjaan.

Baca juga: Umat Hindu di Klaten Minta Yoni yang Terdampak Tol Solo-Jogja Tidak Diuruk, Perlu Dilestarikan

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, situs Keprabon ini sudah dipagari pagar darurat.

Untuk lokasi disekitar area situs masih tahap pengurugan tanah dan pemasangan tiang cor jembatan.

"Bisa dilihat tadi tiang-tiang penyangga jembatan sudah dipasang di sekitar situs, kita di sini juga mengawasi proyek ini agar tidak berdampak negatif," ujar Wisnu.

Pihak KPCB juga mengukur jarak antar tiang dengan jarak Yoni.

Diperkirakan jaraknya kurang lebih lebar 24 meter dan ke belakang 30 meter.

"Kita juga akan membuat desain untuk internal dulu, nantinya juga akan dibicarakan dengan Pihak JMM pengelola tol untuk upaya penyelamatan situs, " ucap dia.

Baca juga: Sejarah 3 Yoni Besar Terbalik di Banyudono Boyolali, Penanda Peralihan Kepercayaan di Abad 15 Masehi

Sementara itu pihak desa yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Desa Keprabon, Timbul Basuki mengatakan tanah tempat Yoni berada sudah dibayarkan pihak tol.

"Tanah tersebut sudah selesai pembayarannya oleh pihak tol, sebelumya Yoni tersebut ingin kami geser 10 meter ke tanah kas desa agar menjadi aset desa sekaligus menghindari area tol," kata Timbul.

"Karena tidak bisa, situs tersebut tetap ditempatnya diarea yang terkena PSN tadi," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved