Berita Sragen Terbaru

Curhat Guru Honorer yang Lolos PPPK di Sragen: Menunggu Sejak 2021 Belum Dapat Penempatan 

Nasib Guru Honorer yang lolos PPPK sampai saat ini masih ada yang pilu, seperti Lis Wiji yang belum mendapatkan penempatan, padahal lolos sejak 2021.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Lis Wiji Harsiwi saat ditemui TribunSolo.com di kantor DPRD Kabupaten Sragen, Rabu (23/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Lis Wiji Harsiwi, seorang guru honorer sekolah negeri di Kabupaten Sragen kini tengah gelisah.

Pasalnya, Lis sudah dinyatakan lolos passing grade tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diumukan pada Oktober 2021 lalu namun belum ada kejelasan tentang nasibnya. 

Pada tahun ini, ia seharusnya sudah diangkat menjadi PPPK karena berdasarkan ranking tes, ia menempati peringkat lima.

"Untuk sekolah negeri saya urutan lima, akan tetapi belum mendapatkan penempatan, ranking 1-4 sudah mendapatkan penempatan, saya ranking 5 kok belum," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (23/11/2022). 

Ia heran, bukannya ia yang diangkat, malah peserta yang menempati peringkat terakhir yakni 19 atau dengan nilai terendah malah sudah mendapat penempatan. 

"Akan tetapi yang mendapatkan penempatan itu malah ranking 19, itu mendapatkan nikai paling bawah, dia malah dapat penempatan, padahal nilainya itu, nyuwun sewu, nilai terendah," terangnya. 

Ia sendiri mendapatkan total skor 520, dimana guru yang berperingkat 19 mendapatkan skor 405.

Lis sendiri sudah menjadi guru honorer sejak tahun 2008 atau sudah 14 tahun lamanya.

Baca juga: Rekrutmen PPPK Guru di Kota Solo 2022 Masuk Proses Jawab Sanggah, Pemkot Ingatkan Gratis

Lis sudah bertanya ke helpdesk Kemendikbud, yang menjelaskan berdasarkan Permenpan RB nomor 48 tahun 2021 pengangkatan menjadi PPPK harus didasarkan pada perangkingan. 

"Saya coba tanya ke helpdesk Kemendikbud, dinyatakan bahwa sesuai dengan Permenpan RB nomor 48 tahun 2021, kategori THK2 dan honorer negeri itu urutan penempatan diambil dari nilai perangkingan," terangnya. 

"Akan tetap kenapa saya yang nilainya peringkat kelima kok malah tidak mendapat penempatan," imbuhnya. 

Lanjutnya, dari persoalan Lis tersebut, pihak Kemendikbud mencoba memberi dua opsi solusi, dimana yang pertama Lis bisa mendapatkan penempatan tahun 2022 ini. 

"Yang kedua saya dan peserta yang diperingkat 19 tidak mendapat penempatan pada tahun 2022, itu alasan kenapa saya sendiri tidak tahu," ujarnya. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved